Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Selasa, 10/07/2012 14:17 WIB

PK Ryan 'Jagal Jombang' Ditolak, Keluarga Minta MA Berikan Grasi

Tamam Mubarrok - detikSurabaya



Jombang - Very Idham Henyansyah alias Ryan terpidana kasus mutilasi dan pembunuhan berantai dengan 11 korban asal Jombang, Jawa Timur, akan segera dihukum mati karena PK-nya ditolak. Sebagai langkah pembelaan, keluarga Ryan akan mengajukan grasi ke MA.

Ditemui di rumahnya, Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang Jombang, kedua orangtua Ryan, Ahmad Maskur dan Kasiatun, akan berangkat ke Jakarta menjenguk Ryan. Mereka akan mengajukan grasi ke MA terkait putusan hukum mati Ryan.

"Kita akan berangkat ke Jakarta hari ini untuk mengajukan dan meminta grasi ke MA," kata Ahmad saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (10/7/2012).

Menurut Ahmad, perbuatan Ryan yang menghilangkan nyawa 11 korbannya memang merupakan kejahatan besar. Namun, dibandingkan dengan kasus korupsi dan narkoba, sebenarnya lebih besar dari kasus Ryan.

"Bayangkan, korupsi dan narkoba itu jangka panjangnya bisa membunuh banyak manusia. Anak saya memang pembunuh, tapi kalau bisa orang yang kena kasus itu juga dihukum mati," katanya.

Sementara itu, ibunda Ryan, Kasiatun tak bisa lagi berkomentar selain mengajukan grasi mengenai kasus anak bungsunya ini. "Dia anak kesayangan saya. Saya mohon MA mengabulkan grasi itu," kata Kasiatun dengan berlinang air mata.

Kasiatun sendiri sering sakit-sakitan memikirkan nasib Ryan. Dia sering bolak-balik ke rumah sakit untuk berobat. "Minggu ini saja sudah ke Puskesmas. Sakit-sakitan terus mikirin Ryan," sahut Ahmad.

Seperti yang diketahui, Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) pembunuh berantai Very Idam Henyansyah alias Ryan. Meski dengan putusan ini Ryan harus siap-siap menghadapi regu tembak, namun grasi menjadi jurus terakhir akan digunakan kuasa hukum Ryan.

(gik/gik)



Share

Komentar terkini (0 Komentar)
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com