detikcom
Sabtu, 07/07/2012 09:29 WIB

Krawu Burger Gurihnya Mantap!

Norma Anggara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Kuliner khas Gresik Jawa Timur nasi krawu kini punya tampilan baru. Karena ingin menggaet pelanggannya, nasi krawu dibentuk secara modern, Krawu Burger.

Ide ini muncul dibenak pasangan suami-istri Teguh-Ella. Meski baru dipasarkan pada Nopember 2011 lalu, remaja kreatif ini mampu meraih omzet Rp 1 juta per hari, per outlet.

Racikannya memang tidak ada yang spesial. Adonan nasi yang diberi bumbu rempah dijadikan sebagai pengganti roti pada burger-burger biasanya. Nah, daging suwir dan taburan serundeng sebagai isi dari kuliner yang terkenal dengan rasanya yang gurih mantap ini.

"Nasinya kami olah menggunakan bumbu rempah supaya gurih. Lalu dibentuk bundar dengan diameter 9 centimeter," kata Ella saat berbincang dengan detiksurabaya.com di outlet Krawu Burger Jalan Pucang Anom Timur, Sabtu (7/7/2012).

Ella dan Teguh sengaja memberi berbagai variant rasa Krawu Burger. Seperti rasa gurih, pedes dan puedes.

Isi dari adonan roti juga tidak melulu daging rendang. Keduanya juga memodifikasi kuliner khas Gresik ini dengan suwiran daging ayam yang lezat.

Ella yang merupakan alumni Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini mengaku awalnya hanya ingin ikut melestarikan kuliner khas tempat kelahirannya. Saat berjualan nasi krawu itu, banyak ide modifikasi yang muncul untuk menambah omzet penjualannya.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nrm/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
54%
Kontra
46%