Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Rabu, 04/07/2012 15:12 WIB

Mati rasa, Kesemutan, Waspadai Gejala Gangguan Saraf

Rois Jajeli - detikSurabaya



Surabaya - Makin bertambah umur, seseorang cenderung mengalami lebih banyak gangguan saraf. Dari 4 orang yang berusia 40 tahun, 1 diantaranya menderita Neuropati atau gangguan saraf yang disebabkan kurangnya vitamin B1, B6 dan B12.

"Secara umum, neuropati sering kali tidak disadari sebagai penyakit. Tapi dipandang sebagai kondisi yang umum akibat komplikasi dari penyakit lain," ujar Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Kota Surabaya, dr Mudjiani Basuki saat jumpa pers mengenai Neuropathy Service Point di 4 rumah sakit di Surabaya, di Hotel JW Marriott, Rabu (4/7/2012).

Semua orang berisiko terkena neuropati terutama seperti, berusia tua, menderita diabetes, hipertensi, mengkonsumsi alkohol, menderita oenyakit pembuluh darah atau jantung, kanker, terpapar bahan kimia.

Gejala-gejala neuropati yang bisa dirasakan seperti nyeri, rasa terbakar di jari-jari kaki, telapak kaki, tungkai, tangan, jari-jari tangan maupun lengan.

Juga baal atau mati rasa, kram, kaku otot, kesemutan, kehilangan kontrol kandung kencing, kulit hipersensitif, kulit mengkilap, kelemahan anggota gerak, rambut rontok pada area tertentu serta otot mengecil (atrofi otot).

Neuropati pada umumnya dialami sekitar 26 persen atau 1 dari 4 orang berusia di atas 40 tahun. Sedangkan pada penderita diabetes, angka prevalensi meningkat menjadi 50 persen atau 1 dari 2 penderita. Neuropati juga dapat menyerang mereka yang mengalami defisiensi
vitamin B1, B6 dan B12.

"Jika dibiarkan, kondisi neuropati dapat menganggu mobilitas penderitanya," tuturnya.

Untuk pasien diabates, resiko terjadinya neuropati semakin bertambah besar, sejalan dengan bertambahnya usia dan lama penyakit diabetes yang diderita.

"Neuropati karena usia, apabila tidak diterapi dengan benar, juga dapat menjadi berat sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi-komplikasi lain," jelasnya.

(roi/fat)



Share

Komentar terkini (0 Komentar)
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com