Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Minggu, 24/06/2012 12:09 WIB

Mengolah Nira Menjadi Rupiah

Muhajir Arifin - detikSurabaya



Proses pembuatan nira
Pasuruan - Berangkat dari harga tebu yang mengalami penurunan, Hasan Bisri (36) seorang petani tebu asal Desa Sruwi, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan mendirikan usaha pembutan gula merah. Hasil panen kini tidak dijual dalam bentuk tebu, tapi diolah menjadi gula merah yang lebih tinggi nilai ekonominya.

"Desember 2011 harga tebu menurun drastis, untuk menutupi produksi akhirya saya berinisiatif pengen membangun usaha ini," kata Hasan Bisri saat berbincang dengan detiksurabaya.com rumahnya yang sekaligus tempat usaha pembuatan gula merah, Minggu (24/6/2012).

Awalnya ia mengaku tidak memiliki keahlian membuat gula merah. Namun karena tekad dan semangat kuat untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik, lambat laun ia sudah mulai memetik hasil jerih payahnya.

Bermodal patungan dari saudara-saudaranya, usaha pembuatan gula merah miliknya mulai berkembang. Tebu-tebu yang diperas untuk diambil niranya, diolah hingga menghasilkan gula merah yang menghasilkan rupiah.

Lebih jauh Hasan menjelaskan, proses pembuatan gula merah tidaklah sulit. Tebu-tebu dimasukan mesin penggilingan untuk diambil niranya. Setelah itu, nira dimasukan kawah (wajan) untuk dimasak menggunakan tungku selama 1.5 jam.

Nira yang sudah masak kemudian disiramkan ke garukan atau puteran lalu diaduk sampai kental atau mangsir. Setelah diaduk selama 15 menit, lalu dicetak mengunakan batok kelapa atau cetakan lainnya, tergantung pesanan.

Sehari, usaha gula merah miliknya mengolah sedikitnya dua truk tebu. Setiap 1 ton tebu menghasilkan 1 kwintal gula merah. Dengan mempekerjakan 15 karyawan, sehari ia bisa memproduksi 8.5 kwintal gula merah.

"Dalam produksi ini, tidak ada yang terbuang. Limbah sisa tebu habis digiling dijemur untuk dijadikan bahan bakar tungku. Abu dari sisa pembakaran dibuang ke kebun untuk pupuk," jelasnya.

Usaha yang dirintis Hasan merupakan satu-satunya di wilayah Pasuruan. Karena itu, meski baru, ia mengaku tidak mengalami kesulitan dalam hal pemasaran. "Saya menjualnya ke Jember, Blitar, Tulungangung dan wilayah Pasuruan sendiri," jelasnya.

(bdh/bdh)



Share

Komentar terkini (0 Komentar)
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com