detikcom
Jumat, 08/06/2012 21:41 WIB

Puluhan Bonek Peringati 7 Hari Kematian Purwo di Stadion Tambaksari

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Puluhan suporter Persebaya 1927 (bonek) mendatangi Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari. Mereka bukan menyaksikan klub kesayangannya bertanding, tapi menggelar doa memperingati 7 harinya Purwo Adi yang tewas saat rusuh usai pertandingan Persebaya Vs Persija, pada Minggu lalu.

Puluhan bonek menggelar doa dan tabur bungadi lorong atau pintu BB tribun ekonomi sisi selatan tribun utama. Dalam lorong tersebut menjadi tempat kejadian tewasnya Purwo Adi Utomo alias Tommy warga Babadan Rukun VI, yang terinjak-injak suporter lainnya yang menghindari dari tembakan gas air mata kepolisian.

Mereka juga menyalakan lilin di sepanjang anak tangga lorong BB. Selain menabur bunga dan menyalakan lilin, mereka juga membuat mural di dinding tersebut. Mural tersebut menggambarkan sepatu laras polisi yang menginjak bonek hingga tewas.

"Saya berharap darah terkahir menetes. Tidak boleh ada bonek yang masih belasan tahun menjadi korban. marilah kita berdoa, semoga arwah Purwo Adi Utomo pada hari ketujuh ini diterima disisi-Nya," ujar Cak Muji salah sat pentolan Bonek di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari, Jumat (7/6/2012).

Selain itu, Muji juga kejadian tersebut merupakan yang terkahir kali dan menjadikan pelajaran bagi semua pihak termasuk aparat keamanan kepolisian.

"Ini akibat ulah satu dua orang yang emosional hingga ini terjadi. Saya harap kepada aparat, hendaknya bisa sama-sama mengendalikan di lapangan, sama-sama menjaga dan saling menghargai dan menghormati," jelasnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(roi/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%