Rabu, 23/05/2012 14:43 WIB

Rektor Universitas Bondowoso Jadi Sansak Hidup Mahasiswa

Chuk S Widarsha - detikNews
Bondowoso - Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa Universitas Bondowoso (Unibo), Rabu (23/5/2012) berlangsung anarkis. Rektor Yayasan Pendidikan Gotong Royong versi akta 18, Edy Basuki, mengalami luka cukup serius di bagian wajah setelah dihajar mahasiswa pengunjuk rasa.

Beruntung, Edy Basuki yang sempat menjadi bulan-bulanan mahasiswa berhasil dievakuasi polisi, dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis.

Tak cukup sampai disitu. Selain menghajar Edy Basuki hingga babak belur, mahasiswa juga mengusir seluruh staf rektorat kubu yayasan versi akta 18 yang dipimpin Edy Basuki ke luar dari kampus.

Aksi anarkis mahasiswa terus berlanjut. Mereka kemudian men-sweeping semua dosen maupun staf yang dinilai pro kubu Edy Basuki. Bahkan, selain merusak sejumlah properti kampus, mereka juga sempat membakar ban bekas di halaman kampus.

Keterangan yang berhasil dihimpun, aksi mahasiswa tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap kepemimpinan rektor Edy Basuki. Mereka menilai, Edy Basuki sudah tidak sah memimpin Unibo. Hal itu menyusul keputusan di tingkat banding yang memenangkan kubu Yayasan versi akta 12 pimpinan rektor Hernanik.

Dalam keputusan itu, Pengadilan Tinggi menyatakan bahwa segala produk, atau tindakan dari Yayasan Pendidikan Gotong royong versi akta 18 yang dipimpin rektor Edy Basuki tidak sah dan batal demi hukum.

Hingga saat ini kampus Unibo masih dijaga ketat aparat kepolisian. Pasalnya, dikabarkan kubu Edy Basuki akan melakukan serangan balik untuk merebut kembali kampus.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%