Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Selasa, 22/05/2012 08:42 WIB

Ini Penyebab Orang Batuk-batuk Setelah Berhenti Merokok

Vera Farah Bararah - detikSurabaya



File: detikhealth
Jakarta - Ketika seseorang memutuskan untuk berhenti merokok kadang timbul beberapa gejala. Meski batuk bukan salah satu gejala umum, tapi beberapa orang jadi batuk-batuk setelah berhenti merokok. Kenapa begitu?

Ketika seseorang merokok maka asapnya melumpuhkan dan merusak ribuan proyeksi rambut kecil di paru-paru yang disebut dengan cilia. Saat orang berhenti merokok, cilia ini mulai berfungsi lagi, kondisi ini yang mendorong seseorang jadi batuk, seperti dikutip dari About.com, Selasa (22/5/2012).

Cilia adalah tameng penghalang antara dunia luar dan jaringan halus dari paru-paru. Rumah cilia ini akan menghilangkan polutan yang dihirup dan terperangkap di lapisan lendir agar keluar dari paru-paru.

Asap rokok diketahui terdiri dari ribuan bahan kimia yang memiliki efek merusak paru-paru. Selain itu asap ini juga meninggalkan lapisan lengket berwarna kuning yang disebut tar, termasuk di gigi, jari, pakaian dan paru-paru.

Di dalam paru-paru, penumpukan tar ini menutup gerakan cilia dan menyebabkan peradangan pada saluran udara serta mendorong produksi lendir yang berlebihan. Kondisi ini membuat partikel beracun menempel di paru-paru dan menempatkan perokok berisiko terkena infeksi, penyakit pernapasan dan kanker paru.

Saat seseorang berhenti merokok, cilia secara bertahap mulai berfungsi lagi dan paru-paru mulai berusaha mengeluarkan racun yang terperangkap agar bisa keluar. Diperkirakan kondisi ini bisa menyebabkan batuk yang berlangsung hingga beberapa bulan sampai cilia dapat sepenuhnya berfungsi normal.

Namun jika prihatin dengan kondisi batuk yang dialami, maka konsultasikan dengan dokter terutama jika batuk yang dialami disertai dengan gejala ini:

1. Sesak napas, butuh perjuangan untuk mengatur napas atau merasa sulit bernapas.
2. Darah dalam dahak, ada bintik atau bercak darah dari dahak yang keluar.
3. Muncul mengi saat bernapas yang mungkin menjadi tanda adanya peradangan pada saluran napas.

Berhenti merokok berarti menghentikan asupan nikotin yang kadang menimbulkan ketidaknyamanan. Tapi hal yang perlu diingat adalah ketidaknyamanan ini hanya sementara karena tubuh tengah menyembuhkan kerusakan yang timbul akibat tembakau.


(ver/fat)



Share

Komentar terkini (0 Komentar)
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com