Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Senin, 21/05/2012 14:18 WIB

PVMBG Riset Skenario Letusan Gunung Kelud

Muhammad Aminuddin - detikSurabaya



Malang - Pusat Vulkanologi, Mitigasi, Bencana, Geologi (PVMBG) sedang melakukan riset untuk mengetahui skenario baru letusan Gunung Kelud, pasca tumbuhnya kubah lava.

Kepala PVMBG Surono mengatakan, riset bersama Kyoto University masih berjalan didukung peralatan yang dimiliki keduanya.

"Kita lakukan riset untuk mengetahui letusan Kelud pasca tumbuh kubah lava," katanya kepada wartawan usai menjadi pembicara pertukaran pakar tanggap bencana Indonesia antara TNI dan U.S Amry Pacific di Hotel Santika Jalan Letjen Sutoyo, Senin (21/5/2012).

Menurutnya, tumbuhnya kubah lava akan mempengaruhi aktifitas letusan Gunung Kelud. Sebab, kubah telah menutup danau biasanya melontarkan jutaan meter kubik air dalam letusan sebelumnya.

"Kalau memang meletus ke atas, pasti mengangkat material kubah, jika ke samping arah mana. Itu yang kini kita teliti," tutur Surono.

Ia memprediksi letusan Kelud memiliki dampak jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Karena itu harus dilakukan pemantauan intensif.

"Yang jelas lebih eksplosif dengan jumlah material berkisar 160 juta meter kubik," tegasnya.

Kondisi ini, kata dia, juga merubah wilayah dampak akibat letusan. Bukan mengacu pada peta rawan bencana sebelumnya.

"Peta rawan bencana Kelud juga harus berubah," sambung dia.

Seperti sejarahnya, lanjut Surono, Kelud dinamakan sesuai dengan aktivitasnya yakni menyapu seluruh wilayah dibawahnya dengan lahar letusan.

Kelud juga menjadi cikal bakal lahirnya vulkanologi di Tahun 1920 pasca meletus setahun sebelumnya. Ia pun meragukan dengan tumbuhnya kubah lava gunung menjadi perebutan antara Kabupaten Blitar dan Kediri itu masih bernama Kelud.

"Kalau sekarang bukan kelud namanya, melihat tumbuhnya kubah lava itu," ungkap lelaki kelahiran Cilacap ini.

Surono mengaku, kondisi Gunung Kelud saat ini dapatkan dikatakan normal, pertumbuhan kubah lava juga mulai berhenti di titik 200 meter.

"Sekarang tetap normal, tapi kita pantau terus, karena kekhawatiran skenario baru letusannya," papar Surono.

Ia menyayangkan, Kelud menjadi rebutan hanya karena keinginan materi dan tak terjadi jika gunung itu meletus.

"Kalau meletus mau kah, di wilayah saya saja. Pasti kan tidak ada yang mau. Yang penting Kelud masih milik Indonesia jangan berebut," ujarnya mengakhiri wawancara.

(fat/fat)



Share

Komentar terkini (0 Komentar)
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com