Berita Lain
-
Kamis, 23/05/2013 18:52 WIB
Lamongan Raih Nilai Tertinggi UN SMA Sederajat
-
Kamis, 23/05/2013 15:49 WIB
Awasi Kinerja Polisi Melalui COP
-
Kamis, 23/05/2013 15:30 WIB
Pengguna Narkoba di Jatim Duduki Ranking 3 Nasional
-
Kamis, 23/05/2013 15:17 WIB
10 Ribu Pelajar di Jatim Deklarasi Anti Narkoba
-
Kamis, 23/05/2013 15:00 WIB
30 Kontainer Tepung Daging Diduga Mengandung Virus Sapi Gila Dihadang Bea Cukai
Indeks Berita
Suroboyoan
Thread Pilihan

Senin, 20/05/2013 12:30 WIB
Bocah 7 Tahun Asal Surabaya Juara Dunia Piano di AS
Posted : f_yazzGaya Hidup
Kamis, 18/04/2013 10:01
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.
Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta
Kuliner
Sabtu, 13/04/2013 11:35
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.
Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan
Pelajar
Kamis, 21/03/2013 15:37
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.
Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Take the road less travelled on this trip through Guatemala, Honduras, Nicaragua and Costa Rica, Save 15%
Rp 11,685.000 -
Rp 15,430.000
Rabu, 16/05/2012 13:51 WIB
Surabaya -
Sejak divonis menderita penyakit tumor perut November 2011 lalu, nyawa Atita tak tertolong lagi. Bocah perempuan usia 5 tahun ini akhirnya mengalami gagal jantung akibat benjolan di perut yang sudah mencapai 50 cm.
Orang tua Atita, Suji (46) berprofesi sebagai buruh dan Cici (42) ibu rumah tangga tidak mampu membiayai berobat anak keduanya. Suji dan Cici hanya bisa mencari obat alternatif.
Pengobatan Atita sempat tertunda sebab adiknya, Tito kala itu juga sedang sakit. Tumor Atita pun kian hari makin membesar hingga mencapai area sekitar dada. Selama sakit, Atita justru tidak pernah mengeluh. Bocah yang masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK) ini justru tidak mengalami gangguan makan.
"Minta apa aja, sate, kepiting, bakso. Tita (nama panggilan Atita) nggak pernah mengeluh sakit," kata ibu Atita, Cici saat meratapi jenazah anaknya di Irna Anak RSU dr Soetomo, Rabu (16/5/2012).
Hanya saja, lanjut dia, Tita selalu minta dikipasi. Kata Tita, tubuhnya selalu panas dan berkeringat. Tapi, Tita tidak pernah hilang semangatnya. Meski harus tergeletak lemas di atas ranjang, Tita tetap ingin menggambar dan belajar.
Bahkan sejak harus dirawat di Irna Anak RSU dr Soetomo, Selasa (2/5/2012) lalu, Tita selalu marah bila dilarang membaca buku. Tita anak yang tegar dan tahan sakit itu tidak pernah melepas buku dan pensil warna di tangannya.
Kedua orang tua Tita sebelumnya sudah diberi pemahaman oleh tim dokter Irna Anak bahwa kondisi Tita semakin memperburuk kondisi. Dokter hanya bisa memberi obat peredam nyeri, tranfusi darah dan alat bantuan pernafasan.
Namun siang tadi sekitar pukul 11.30 WIB, Atita mengalami gangguan pernafasan hebat. Sampai-sampai, tim dokter harus berulang kali membantu memakai pompa dan menyedot cairan yang membuat kerongkongan Atita terganggu.
Saat 45 menit berjuang, nyawa Atita akhirnya tidak tertolong. Bocah yang tinggal di kawasan Petemon Barat 115 A ini menghembuskan nafas terakhir didampingi kedua orang tuanya yang tak bisa menahan derai tangis.
"Aku wis firasat, mang bengi asline wis rodo enak ambekane. Tapi Tita kok senyum-senyum ae ( Aku sudah punya firasat, semalam nafas Tita sudah agak lancar. Tapi Tita kok senyum-senyum," tutur Suji.
Atita, kenang Suji, anak yang tidak suka mengeluh. Saat benjolan di perutnya masih berdiameter 11 cm, Tita memaksa tetap sekolah.
"Tita juga tidak pernah menyusahkan. Saat ditanya, apa yang sakit, Tita selalu jawab nggak ada yang sakit. Padahal tumornya terus membesar," lanjut Suji.
Dari pantauan detiksurabaya.com, hingga pukul 13.25 WIB jenazah Atita masih berada di ruang UPI RSU dr Soetomo. Bocah yang tercatat murid di TK Nurul Huda Banyu Urip ini rencananya akan segera dibawa pulang untuk proses pemakaman.
(nrm/fat)
Perut Membesar 50 Cm, Bocah Usia 5 Tahun Tak Kuasa Melawan Tumor
Norma Anggara - detikSurabaya
Orang tua Atita, Suji (46) berprofesi sebagai buruh dan Cici (42) ibu rumah tangga tidak mampu membiayai berobat anak keduanya. Suji dan Cici hanya bisa mencari obat alternatif.
Pengobatan Atita sempat tertunda sebab adiknya, Tito kala itu juga sedang sakit. Tumor Atita pun kian hari makin membesar hingga mencapai area sekitar dada. Selama sakit, Atita justru tidak pernah mengeluh. Bocah yang masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK) ini justru tidak mengalami gangguan makan.
"Minta apa aja, sate, kepiting, bakso. Tita (nama panggilan Atita) nggak pernah mengeluh sakit," kata ibu Atita, Cici saat meratapi jenazah anaknya di Irna Anak RSU dr Soetomo, Rabu (16/5/2012).
Hanya saja, lanjut dia, Tita selalu minta dikipasi. Kata Tita, tubuhnya selalu panas dan berkeringat. Tapi, Tita tidak pernah hilang semangatnya. Meski harus tergeletak lemas di atas ranjang, Tita tetap ingin menggambar dan belajar.
Bahkan sejak harus dirawat di Irna Anak RSU dr Soetomo, Selasa (2/5/2012) lalu, Tita selalu marah bila dilarang membaca buku. Tita anak yang tegar dan tahan sakit itu tidak pernah melepas buku dan pensil warna di tangannya.
Kedua orang tua Tita sebelumnya sudah diberi pemahaman oleh tim dokter Irna Anak bahwa kondisi Tita semakin memperburuk kondisi. Dokter hanya bisa memberi obat peredam nyeri, tranfusi darah dan alat bantuan pernafasan.
Namun siang tadi sekitar pukul 11.30 WIB, Atita mengalami gangguan pernafasan hebat. Sampai-sampai, tim dokter harus berulang kali membantu memakai pompa dan menyedot cairan yang membuat kerongkongan Atita terganggu.
Saat 45 menit berjuang, nyawa Atita akhirnya tidak tertolong. Bocah yang tinggal di kawasan Petemon Barat 115 A ini menghembuskan nafas terakhir didampingi kedua orang tuanya yang tak bisa menahan derai tangis.
"Aku wis firasat, mang bengi asline wis rodo enak ambekane. Tapi Tita kok senyum-senyum ae ( Aku sudah punya firasat, semalam nafas Tita sudah agak lancar. Tapi Tita kok senyum-senyum," tutur Suji.
Atita, kenang Suji, anak yang tidak suka mengeluh. Saat benjolan di perutnya masih berdiameter 11 cm, Tita memaksa tetap sekolah.
"Tita juga tidak pernah menyusahkan. Saat ditanya, apa yang sakit, Tita selalu jawab nggak ada yang sakit. Padahal tumornya terus membesar," lanjut Suji.
Dari pantauan detiksurabaya.com, hingga pukul 13.25 WIB jenazah Atita masih berada di ruang UPI RSU dr Soetomo. Bocah yang tercatat murid di TK Nurul Huda Banyu Urip ini rencananya akan segera dibawa pulang untuk proses pemakaman.
(nrm/fat)
Baca Juga:
Komentar terkini (0 Komentar)
Berita Terpopuler
- Kamis, 23/05/2013 19:14 WIB
154 Pelajar SMA/MA di Jatim Tidak Lulus UN - Kamis, 23/05/2013 18:52 WIB
Lamongan Raih Nilai Tertinggi UN SMA Sederajat - Kamis, 23/05/2013 14:19 WIB
Pengumuman UN SMA, Besok Pelajar Dilarang Konvoi - Rabu, 22/05/2013 17:23 WIB
Briptu Rani Klaim Laporkan Seorang Perwira Polres Mojokerto ke Mabes
Komentar Terpopuler
- Sabtu, 18/05/2013 15:53 WIB
Pilgub Jatim, Menangkan Bambang DH-Said PDIP Terjunkan Jurkam Jokowi - Sabtu, 18/05/2013 17:03 WIB
Pengurus Pemuda Pancasila Tuban 'Dikeroyok' 7 Pria Diduga Debt Collector - Jumat, 24/05/2013 08:32 WIB
Anak PRT di Tuban Raih Nilai UN Tertinggi se-Jawa Timur - Selasa, 21/05/2013 18:14 WIB
Siswi Asal Sidoarjo Hamil 7 Bulan Setelah Digilir 3 Remaja
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com


Sending your message