detikcom
Kamis, 03/05/2012 10:32 WIB

Heboh Pasutri Tua di Situbondo Meninggal Bersama

Ghazali Dasuqi - detikNews
Situbondo - Ungkapan cinta sehidup semati rupanya tidak hanya ada dalam sinetron saja. Di Situbondo Jawa Timur, sepasang suami istri (pasutri) menghembuskan nafas terakhir hampir bersamaan.

Ny Bungkas (79) warga Desa Silomukti Kecamatan Mlandingan, meninggal lebih dulu di rumahnya karena menderita sakit. Tak sampai 30 menit, suaminya, Mistari menyusul kepergian sang istri.

Kakek 80 tahun itu diketahui tidak bernyawa saat duduk di samping jenazah istri tercintanya. Kontan saja kematian bersama pasutri berusia renta itu mengundang perhatian warga, hingga banyak berdatangan ke rumah duka. Jenazah pasutri itu pun dimakamkan bersampingan di TPU Dusun Kemiri Desa Silomukti.

"Banyak warga menyebut pasangan itu benar-benar cinta sehidup semati. Mereka meninggal bukan karena kecelakaan, tapi memang faktor usia. Cuma kematiannya itu hampir bersama, tak sampai setengah jam," kata Saleh Hartadi kepada detiksurabaya.com, Kamis (3/5/2012).

Lebih jauh Kepala Desa Silomukti itu mengatakan, hingga kini kematian pasutri itu masih menjadi buah bibir warga. Sebelum menghembuskan nafas terakhir Ny Bungkas sudah sering sakit-sakitan. Hampir 2 bulanan ini dia terlihat jarang keluar rumah. Selama istrinya sakit, Mistari yang seorang petani dikenal sangat setia menemani sang istri.

Puncaknya terjadi saat Ny Bungkas meninggal dunia, sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika para tetangga mulai berdatangan, Mistari konon duduk meratap di samping jenazah istrinya. Namun, tak seberapa lama warga curiga karena posisi duduk Mistari tidak kunjung berubah. Warga mencoba mengajaknya bicara, namun tidak ada balasan suara. Benar saja, setelah dilihat Mistari ternyata telah tiada.

"Saat disentuh kulit kedua jenazah saat itu masih sama-sama hangat. Berarti kematian keduanya tidak selang seberapa lama. Malam itu juga mereka langsung dimakamkan bersampingan," sambung Saleh Hartadi.

Sebelum meninggal bersama, papar Saleh, selama hidupnya pasutri yang dikaruniai 6 orang anak itu memang dikenal rukun. Para tetangga nyaris tidak pernah melihat keduanya terlibat cek-cok. Sejak memasuki usia udzur, pasutri itu memilih tinggal bersama Kartini, salah seorang anaknya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%