Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Kamis, 03/05/2012 10:32 WIB

Heboh Pasutri Tua di Situbondo Meninggal Bersama

Ghazali Dasuqi - detikSurabaya


Situbondo - Ungkapan cinta sehidup semati rupanya tidak hanya ada dalam sinetron saja. Di Situbondo Jawa Timur, sepasang suami istri (pasutri) menghembuskan nafas terakhir hampir bersamaan.

Ny Bungkas (79) warga Desa Silomukti Kecamatan Mlandingan, meninggal lebih dulu di rumahnya karena menderita sakit. Tak sampai 30 menit, suaminya, Mistari menyusul kepergian sang istri.

Kakek 80 tahun itu diketahui tidak bernyawa saat duduk di samping jenazah istri tercintanya. Kontan saja kematian bersama pasutri berusia renta itu mengundang perhatian warga, hingga banyak berdatangan ke rumah duka. Jenazah pasutri itu pun dimakamkan bersampingan di TPU Dusun Kemiri Desa Silomukti.

"Banyak warga menyebut pasangan itu benar-benar cinta sehidup semati. Mereka meninggal bukan karena kecelakaan, tapi memang faktor usia. Cuma kematiannya itu hampir bersama, tak sampai setengah jam," kata Saleh Hartadi kepada detiksurabaya.com, Kamis (3/5/2012).

Lebih jauh Kepala Desa Silomukti itu mengatakan, hingga kini kematian pasutri itu masih menjadi buah bibir warga. Sebelum menghembuskan nafas terakhir Ny Bungkas sudah sering sakit-sakitan. Hampir 2 bulanan ini dia terlihat jarang keluar rumah. Selama istrinya sakit, Mistari yang seorang petani dikenal sangat setia menemani sang istri.

Puncaknya terjadi saat Ny Bungkas meninggal dunia, sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika para tetangga mulai berdatangan, Mistari konon duduk meratap di samping jenazah istrinya. Namun, tak seberapa lama warga curiga karena posisi duduk Mistari tidak kunjung berubah. Warga mencoba mengajaknya bicara, namun tidak ada balasan suara. Benar saja, setelah dilihat Mistari ternyata telah tiada.

"Saat disentuh kulit kedua jenazah saat itu masih sama-sama hangat. Berarti kematian keduanya tidak selang seberapa lama. Malam itu juga mereka langsung dimakamkan bersampingan," sambung Saleh Hartadi.

Sebelum meninggal bersama, papar Saleh, selama hidupnya pasutri yang dikaruniai 6 orang anak itu memang dikenal rukun. Para tetangga nyaris tidak pernah melihat keduanya terlibat cek-cok. Sejak memasuki usia udzur, pasutri itu memilih tinggal bersama Kartini, salah seorang anaknya.

(fat/fat)



Share

Komentar terkini (0 Komentar)
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com