detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:40 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 28/04/2012 16:33 WIB

Motif Pelaku Membunuh Ayu karena Dendam Ibunya Dihina

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 3
Surabaya - Motif pembunuhan Ayu Cahyawati di komplek kampus Unesa Lakarsantri, karena dendam. Tersangka Miftahlana (21) warga Sendang Kasih, Ciamis, Tasikmalaya, Jawa Barat, awalnya menawar kegadisan wanita seharga Rp 500 ribu.

Namun korban tak terima Rp 2 juta ditawar Rp 500 ribu dan balik menghina tersangka dengan perkataan "Seperti ibumu pelacurnya saja".

"Motif pembunuhan ini karena dendam," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto kepada wartawan di gednung mapolrestabes, Jalan Sikatan, Sabtu (28/4/2012).

Tersangka Miftahlana alias Boim alias Londo ini pekerjaanya sebagai sopir freelance. Kemudian, Sabtu (14/4/2012) berkenalan dengan temannya dan mendapat nomor telepon korban dari rekannya itu.

Korban maupun tersangka itu sering berkomunikasi hingga korban menawarkan ke Miftahlana, bahwa ada wanita muda yang mau menjual kegadisannya.
Kemudian, korban menawarkan dengan harga Rp 2 juta. Karena dinilai terlalu mahal, Miftahlana menawarnya dengan harga Rp 500 ribu.

Tawaran itu membuat korban jengkel dan menghina Mifhtalana dengan perkataan "Koyok ibumu pecun (pelacur) ae. (Seperti ibumu pelacurnya saja).

Pasca pertemuan itu, tersangka masih menyimpan rasa dendam. Untuk melimpaskan, tersangka sengaja akan membunuh korban dengan membawa kawat seling rem sepeda angin, yang diambil dari tempat tinggalnya di Surabaya.Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(roi/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%