Berita Lain
-
Kamis, 23/05/2013 13:49 WIB
Peredaran Narkoba di Rutan Medaeng Diduga Disuplai Pejabat Rutan
-
Kamis, 23/05/2013 13:23 WIB
Pejabat Rutan Medaeng yang Ditangkap BNN Kaki Tangan Gembong Narkoba
-
Kamis, 23/05/2013 12:14 WIB
Bus Rombongan Nelayan asal Kalsel Terbakar di Situbondo
-
Kamis, 23/05/2013 09:41 WIB
3 Ribu Personel Diterjunkan Amankan Pilwali Malang
-
Kamis, 23/05/2013 08:38 WIB
Hari Ini Warga Kota Malang Memilih Walikota
Indeks Berita
Suroboyoan
Thread Pilihan

Senin, 20/05/2013 12:30 WIB
Bocah 7 Tahun Asal Surabaya Juara Dunia Piano di AS
Posted : f_yazzGaya Hidup
Kamis, 18/04/2013 10:01
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.
Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta
Kuliner
Sabtu, 13/04/2013 11:35
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.
Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan
Pelajar
Kamis, 21/03/2013 15:37
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.
Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Take the road less travelled on this trip through Guatemala, Honduras, Nicaragua and Costa Rica, Save 15%
Rp 11,808.000 -
Rp 15,424.000
Senin, 23/04/2012 19:02 WIB
Sidoarjo -
Perwakilan warga korban lumpur Lapindo, Senin (23/4/2012) dipanggil Panitia Khusus (Pansus) Lumpur Lapindo. Tujuannya, untuk dipertemukan dengan PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), guna membahas proses percepatan pelunasan pembayaran ganti rugi.
Namun, dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Emil Firdaus, Ketua Pansus Lumpur Lapindo di ruang rapat DPRD Sidoarjo berlangsung alot. Pasalnya, warga dari kelompok Jatirejo, Renokenongo, Cash and Carry, Kedungbendo, Glagah Arum, GKLL (Gabungan Korban Lumpur Lapindo) dan Pagar Rekontrak mendesak kepada MLJ agar secepatnya mempercepat proses pembayaran ganti rugi.
"Kita hanya menagih janji. Karena berdasarkan peraturan presiden 14 tahun 2007, bahwa pelunasan ganti rugi akan selesai pada bulan April. Kenapa terlambat dan belum ada pelunasan ataupun pembayaran untuk warga," kata Huda, koordinator warga kelompok GKLL, di ruang sidang DPRD Sidoarjo.
Menanggapi permintaan warga, Andi Darussalam Tabussala sebagai Direktur Utama PT MLJ menjelaskan, kalau pihak Minarak Lapindo Jaya bukannya tidak mau melakukan proses percepatan pembayaran untuk warga korban lumpur. Tapi, pihak Minarak Lapindo Jaya sendiri saat ini sedang mengalami krisi keuangan.
"Bahwa yang melakukan pembayaran untuk kalian (warga korban lumpur, red) bukanlah dari para Group Bakrie. Melainkan dari keluar Bakrie, artinya dari pembayaran dari uang pribadi keluarga Bakrie Group sendiri," tegas Andi kepada sejumlah warga korban lumpur.
Andi menambahkan, pembayaran yang dilakukan oleh keluarga Bakrie berdasarkan dari hasil pertemuan dengan pemerintah pusat maupun dengan provinsi. "seperti yang disepakati dari awal, kalau Presiden mamanggil keluarga Bakrie yaitu Pak Nirwan agar secepatnya dilakukan pembayaran dan pelunasan dengan cepat berdasarkan dengan peraturan presiden," kata dia.
Namun dengan catatan kata Andi, bahwa saat itu pihak pemerintah memberikan bantuan pinjaman kepada MLJ. "Dan saat ini pihak MLJ sendiri sudah melakukan pelunasan kepada warga korban lumpur Rp 2,9 triliun rupiah," terangnya.
Sedang untuk prose percepatan pembayaran ganti rugi warga korban lumpur Lapindo sendiri membutuhkan sekitar Rp 1,1 triliun. Dari anggaran sebesar tersebut, pihak MLJ sendiri tidak memilik uang cash flow. "Kembali saya katakan kalau pembayaran warga korban lumpur itu menggunakan uang keluarga Bakrie sendiri, bukan dari uang para Bakrie Group (Perusahaan Bakrie Group). Dan saat ini tidak mempunyai cash flow sebesar Rp 1,1 triliun," tegasnya lagi.
Mendapatkan penjelasan dari Andi Darussalam Tabussala, warga korban lumpur Lapindo yang melakukan hearing tidak bisa berbuat banyak. Namun, warga tetap bersikukuh mendesak agar secepatnya pihak keluarga Bakrie segera melakukan proses pembayaran ganti rugi.
Pansus lumpur sendiri juga ikut mendesak Direktur Utama PT MLJ agar secepatnya melakukan proses pembayaran. Pansus juga meminta agar hasil pertemuan hari ini disampaikan kepada keluarga Bakrie. "Kita minta agar situ (Andi Darussalam Tabussala, red) melakukan pertemuan dengan keluarga Bakrie. Dan kita minta hasilnya secepatnya," kata Emil Firdaus.
Pihak MLJ juga berjanji jika proses pelunasan dan pembayaran warga korban lumpur akan selesai pada tahun 2012. "Keluarga Bakrie sendiri berjanji akan melunasi warga pada Desember tahun ini," ujarnya singkat.
Sementara itu, korban lumpur Lapindo mengancam akan terus melakukan unjuk rasa dengan menutup jalan raya Porong dan jalur kereta api jika tidak segera dilakukan pembayaran.
"Kita akan terus melakukan aksi demo terus menerus dengan menutup arus jalan raya porong maupun jalur kereta api," ancam Sunarto koordinator warga korban lumpur.
(bdh/bdh)
Bahas Proses Pelunasan, Korban Lumpur Lapindo Dipertemukan Minarak
Bruiry Susanto - detikSurabayaNamun, dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Emil Firdaus, Ketua Pansus Lumpur Lapindo di ruang rapat DPRD Sidoarjo berlangsung alot. Pasalnya, warga dari kelompok Jatirejo, Renokenongo, Cash and Carry, Kedungbendo, Glagah Arum, GKLL (Gabungan Korban Lumpur Lapindo) dan Pagar Rekontrak mendesak kepada MLJ agar secepatnya mempercepat proses pembayaran ganti rugi.
"Kita hanya menagih janji. Karena berdasarkan peraturan presiden 14 tahun 2007, bahwa pelunasan ganti rugi akan selesai pada bulan April. Kenapa terlambat dan belum ada pelunasan ataupun pembayaran untuk warga," kata Huda, koordinator warga kelompok GKLL, di ruang sidang DPRD Sidoarjo.
Menanggapi permintaan warga, Andi Darussalam Tabussala sebagai Direktur Utama PT MLJ menjelaskan, kalau pihak Minarak Lapindo Jaya bukannya tidak mau melakukan proses percepatan pembayaran untuk warga korban lumpur. Tapi, pihak Minarak Lapindo Jaya sendiri saat ini sedang mengalami krisi keuangan.
"Bahwa yang melakukan pembayaran untuk kalian (warga korban lumpur, red) bukanlah dari para Group Bakrie. Melainkan dari keluar Bakrie, artinya dari pembayaran dari uang pribadi keluarga Bakrie Group sendiri," tegas Andi kepada sejumlah warga korban lumpur.
Andi menambahkan, pembayaran yang dilakukan oleh keluarga Bakrie berdasarkan dari hasil pertemuan dengan pemerintah pusat maupun dengan provinsi. "seperti yang disepakati dari awal, kalau Presiden mamanggil keluarga Bakrie yaitu Pak Nirwan agar secepatnya dilakukan pembayaran dan pelunasan dengan cepat berdasarkan dengan peraturan presiden," kata dia.
Namun dengan catatan kata Andi, bahwa saat itu pihak pemerintah memberikan bantuan pinjaman kepada MLJ. "Dan saat ini pihak MLJ sendiri sudah melakukan pelunasan kepada warga korban lumpur Rp 2,9 triliun rupiah," terangnya.
Sedang untuk prose percepatan pembayaran ganti rugi warga korban lumpur Lapindo sendiri membutuhkan sekitar Rp 1,1 triliun. Dari anggaran sebesar tersebut, pihak MLJ sendiri tidak memilik uang cash flow. "Kembali saya katakan kalau pembayaran warga korban lumpur itu menggunakan uang keluarga Bakrie sendiri, bukan dari uang para Bakrie Group (Perusahaan Bakrie Group). Dan saat ini tidak mempunyai cash flow sebesar Rp 1,1 triliun," tegasnya lagi.
Mendapatkan penjelasan dari Andi Darussalam Tabussala, warga korban lumpur Lapindo yang melakukan hearing tidak bisa berbuat banyak. Namun, warga tetap bersikukuh mendesak agar secepatnya pihak keluarga Bakrie segera melakukan proses pembayaran ganti rugi.
Pansus lumpur sendiri juga ikut mendesak Direktur Utama PT MLJ agar secepatnya melakukan proses pembayaran. Pansus juga meminta agar hasil pertemuan hari ini disampaikan kepada keluarga Bakrie. "Kita minta agar situ (Andi Darussalam Tabussala, red) melakukan pertemuan dengan keluarga Bakrie. Dan kita minta hasilnya secepatnya," kata Emil Firdaus.
Pihak MLJ juga berjanji jika proses pelunasan dan pembayaran warga korban lumpur akan selesai pada tahun 2012. "Keluarga Bakrie sendiri berjanji akan melunasi warga pada Desember tahun ini," ujarnya singkat.
Sementara itu, korban lumpur Lapindo mengancam akan terus melakukan unjuk rasa dengan menutup jalan raya Porong dan jalur kereta api jika tidak segera dilakukan pembayaran.
"Kita akan terus melakukan aksi demo terus menerus dengan menutup arus jalan raya porong maupun jalur kereta api," ancam Sunarto koordinator warga korban lumpur.
(bdh/bdh)
Baca Juga:
- Peringati Hari Kartini, Anak-anak Korban Lumpur Lapindo Tuntut Ganti Rugi
- Berharap Ganti Rugi Dibayar, Warga Lumpur Lapindo Salat Jumat di Atas Tanggul
- Warga Korban Lumpur Lapindo Kembali Duduki Tanggul
- Korban Lumpur Lapindo Letih, Pemblokiran Jalan Raya Porong Berakhir
- Jalan Raya Porong Malam Ini Diblokir Korban Lumpur Lapindo
- Pendemo di Kantor Gubernur Membubarkan Diri, Jalan Pahlawan Dibuka
Komentar terkini (0 Komentar)
Berita Terpopuler
- Rabu, 22/05/2013 17:23 WIB
Briptu Rani Klaim Laporkan Seorang Perwira Polres Mojokerto ke Mabes - Rabu, 22/05/2013 00:12 WIB
Ratusan Pemanas Air dari Sendok Disita dari Ruangan Napi di Rutan Medaeng - Rabu, 22/05/2013 16:00 WIB
Karutan Medaeng Benarkan Penangkapan Petugas Rutan Bawa Sabu 700 Gram - Selasa, 21/05/2013 18:17 WIB
Divonis Seumur Hidup, Terdakwa Narkotika 'Bernyanyi' Diperas Jaksa
Komentar Terpopuler
- Sabtu, 18/05/2013 15:53 WIB
Pilgub Jatim, Menangkan Bambang DH-Said PDIP Terjunkan Jurkam Jokowi - Sabtu, 18/05/2013 17:03 WIB
Pengurus Pemuda Pancasila Tuban 'Dikeroyok' 7 Pria Diduga Debt Collector - Jumat, 17/05/2013 17:04 WIB
Dua Jambret Nasabah Bank Nyaris Tewas Dimassa, 1 Orang Ditembak - Selasa, 21/05/2013 18:14 WIB
Siswi Asal Sidoarjo Hamil 7 Bulan Setelah Digilir 3 Remaja
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com


Sending your message