Berita Lain
-
Rabu, 22/05/2013 11:10 WIB
Libur Hari Raya Waisak, Persediaan Tiket KA Tersisa 60 Persen
-
Rabu, 22/05/2013 10:23 WIB
Tiket KA Ekonomi Lebaran Ludes Dipesan
-
Selasa, 21/05/2013 18:39 WIB
Bobol Rumah Kasek, Pelaku Gasak Perhiasan dan Uang Tunai
-
Selasa, 21/05/2013 18:20 WIB
Divonis Seumur Hidup, Terdakwa Narkotika 'Bernyanyi' Diperas Jaksa
-
Selasa, 21/05/2013 17:51 WIB
Tahanan PN Surabaya Ngamuk, Sabhara Diturunkan
Indeks Berita
Suroboyoan
Thread Pilihan

Senin, 20/05/2013 12:30 WIB
Bocah 7 Tahun Asal Surabaya Juara Dunia Piano di AS
Posted : f_yazzGaya Hidup
Kamis, 18/04/2013 10:01
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.
Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta
Kuliner
Sabtu, 13/04/2013 11:35
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.
Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan
Pelajar
Kamis, 21/03/2013 15:37
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.
Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 3,253.000
-
Rp 15,429.000
Sabtu, 31/03/2012 08:48 WIB
File: detikhealth
Jakarta -
Banyak orang tidak suka dicium telinganya karena rasanya geli. Bukan itu saja risikonya, penelitian membuktikan bahwa ciuman di telinga juga bisa bikin tuli permanen terutama pada bayi dan anak yang gendang telinganya masih lemah.
Dalam istilah medis, tuli permanen akibat dicium di telinga disebut sebagai cochlear ear-kiss injury. Secara teknis, gangguan ini terjadi akibat tekanan yang terhembus dari mulut saat mencium telinga menekan dan merusak selaput dan gendang telinga.
Belum banyak penelitian yang mengungkapnya, sehingga tidak ada data pasti mengenai seberapa banyak pasien yang pernah mengalaminya. Namun yang jelas, kasus seperti ini sudah pernah dilaporkan sejak tahun 1950 dan sedikitnya sudah ada 30 laporan kasus serupa.
Kasus terakhir dilaporkan baru-baru ini oleh Dr Levi Reiter dari Hofstra University, setelah menangani salah seorang pasien yang tuli sejak 5 tahun lalu. Pasien perempuan itu mulai kehilangan pendengaran sejak mendapat ciuman sayang di telinga dari anaknya.
"Saya pikir kasus ini sangat unik. Rupanya ada banyak kasus hilang pendengaran yang tidak dapat dijelaskan pada anak, dan saya yakni penyebabnya adalah kecupan di telinga," kata Dr Reiter yang akan mempublikasikan temuannya di berbagai jurnal ilmiah seperti dikutip dari MSNBC, Sabtu (31/3/2012).
Selain kasus pasiennya 5 tahun lalu tersebut, Dr Reiter juga menelusuri kasus-kasus serupa sejak pertama kali dilaporkan tahun 1950-an. Sedikitnya ia berhasil mengumpulkan 30 kasus, yang akan segera dilaporkannya dalam International Journal of Audiology dan International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology.
Menurut Dr Reiter, bayi dan anak-anak paling rentan mengalami ear-kiss injury saat mendapat kecupan di telinga. Alasannya sederhana, pada usia tersebut selaput dan gendang telinga belum benar-benar sempurna sehingga sangat mudah rusak akibat pengaruh tekanan udara. (mer/fat)
Ciuman Telinga Bisa Berisiko Tuli Permanen
Merry Wahyuningsih - detikSurabaya
File: detikhealth
Banyak orang tidak suka dicium telinganya karena rasanya geli. Bukan itu saja risikonya, penelitian membuktikan bahwa ciuman di telinga juga bisa bikin tuli permanen terutama pada bayi dan anak yang gendang telinganya masih lemah.
Dalam istilah medis, tuli permanen akibat dicium di telinga disebut sebagai cochlear ear-kiss injury. Secara teknis, gangguan ini terjadi akibat tekanan yang terhembus dari mulut saat mencium telinga menekan dan merusak selaput dan gendang telinga.
Belum banyak penelitian yang mengungkapnya, sehingga tidak ada data pasti mengenai seberapa banyak pasien yang pernah mengalaminya. Namun yang jelas, kasus seperti ini sudah pernah dilaporkan sejak tahun 1950 dan sedikitnya sudah ada 30 laporan kasus serupa.
Kasus terakhir dilaporkan baru-baru ini oleh Dr Levi Reiter dari Hofstra University, setelah menangani salah seorang pasien yang tuli sejak 5 tahun lalu. Pasien perempuan itu mulai kehilangan pendengaran sejak mendapat ciuman sayang di telinga dari anaknya.
"Saya pikir kasus ini sangat unik. Rupanya ada banyak kasus hilang pendengaran yang tidak dapat dijelaskan pada anak, dan saya yakni penyebabnya adalah kecupan di telinga," kata Dr Reiter yang akan mempublikasikan temuannya di berbagai jurnal ilmiah seperti dikutip dari MSNBC, Sabtu (31/3/2012).
Selain kasus pasiennya 5 tahun lalu tersebut, Dr Reiter juga menelusuri kasus-kasus serupa sejak pertama kali dilaporkan tahun 1950-an. Sedikitnya ia berhasil mengumpulkan 30 kasus, yang akan segera dilaporkannya dalam International Journal of Audiology dan International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology.
Menurut Dr Reiter, bayi dan anak-anak paling rentan mengalami ear-kiss injury saat mendapat kecupan di telinga. Alasannya sederhana, pada usia tersebut selaput dan gendang telinga belum benar-benar sempurna sehingga sangat mudah rusak akibat pengaruh tekanan udara. (mer/fat)
Baca Juga:
Komentar terkini (0 Komentar)
Berita Terpopuler
- Rabu, 22/05/2013 00:12 WIB
Ratusan Pemanas Air dari Sendok Disita dari Ruangan Napi di Rutan Medaeng - Selasa, 21/05/2013 18:17 WIB
Divonis Seumur Hidup, Terdakwa Narkotika 'Bernyanyi' Diperas Jaksa - Selasa, 21/05/2013 12:18 WIB
Pelaku Kekerasan di Video Brutal Siswi Dikeluarkan dari Sekolah - Selasa, 21/05/2013 22:45 WIB
Sabu-sabu 294 Gram Ditemukan di Taman Rutan Medaeng
Komentar Terpopuler
- Sabtu, 18/05/2013 15:53 WIB
Pilgub Jatim, Menangkan Bambang DH-Said PDIP Terjunkan Jurkam Jokowi - Sabtu, 18/05/2013 17:03 WIB
Pengurus Pemuda Pancasila Tuban 'Dikeroyok' 7 Pria Diduga Debt Collector - Jumat, 17/05/2013 17:04 WIB
Dua Jambret Nasabah Bank Nyaris Tewas Dimassa, 1 Orang Ditembak - Selasa, 21/05/2013 18:14 WIB
Siswi Asal Sidoarjo Hamil 7 Bulan Setelah Digilir 3 Remaja
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com


Sending your message