Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Sabtu, 31/03/2012 08:48 WIB

Ciuman Telinga Bisa Berisiko Tuli Permanen

Merry Wahyuningsih - detikSurabaya



File: detikhealth
Jakarta -

Banyak orang tidak suka dicium telinganya karena rasanya geli. Bukan itu saja risikonya, penelitian membuktikan bahwa ciuman di telinga juga bisa bikin tuli permanen terutama pada bayi dan anak yang gendang telinganya masih lemah.
Dalam istilah medis, tuli permanen akibat dicium di telinga disebut sebagai cochlear ear-kiss injury. Secara teknis, gangguan ini terjadi akibat tekanan yang terhembus dari mulut saat mencium telinga menekan dan merusak selaput dan gendang telinga.

Belum banyak penelitian yang mengungkapnya, sehingga tidak ada data pasti mengenai seberapa banyak pasien yang pernah mengalaminya. Namun yang jelas, kasus seperti ini sudah pernah dilaporkan sejak tahun 1950 dan sedikitnya sudah ada 30 laporan kasus serupa.
Kasus terakhir dilaporkan baru-baru ini oleh Dr Levi Reiter dari Hofstra University, setelah menangani salah seorang pasien yang tuli sejak 5 tahun lalu. Pasien perempuan itu mulai kehilangan pendengaran sejak mendapat ciuman sayang di telinga dari anaknya.

"Saya pikir kasus ini sangat unik. Rupanya ada banyak kasus hilang pendengaran yang tidak dapat dijelaskan pada anak, dan saya yakni penyebabnya adalah kecupan di telinga," kata Dr Reiter yang akan mempublikasikan temuannya di berbagai jurnal ilmiah seperti dikutip dari MSNBC, Sabtu (31/3/2012).
Selain kasus pasiennya 5 tahun lalu tersebut, Dr Reiter juga menelusuri kasus-kasus serupa sejak pertama kali dilaporkan tahun 1950-an. Sedikitnya ia berhasil mengumpulkan 30 kasus, yang akan segera dilaporkannya dalam International Journal of Audiology dan International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology.

Menurut Dr Reiter, bayi dan anak-anak paling rentan mengalami ear-kiss injury saat mendapat kecupan di telinga. Alasannya sederhana, pada usia tersebut selaput dan gendang telinga belum benar-benar sempurna sehingga sangat mudah rusak akibat pengaruh tekanan udara. (mer/fat)



Share

Komentar terkini (0 Komentar)
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com