Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Kamis, 22/03/2012 16:37 WIB

Ogoh-ogoh Koruptor Warnai Tawur Agung Kesanga

Yosi Bio - detikSurabaya



Foto: Yosi Bio
Blitar - Menjelang perayaan Nyepi tahun baru saka 1934, ribuan umat Hindu se Blitar raya menggelar upacara tawur kesanga dan pawai ogoh-ogoh atau replika raksasa.

Sebuah replika raksasa berbentuk koruptor, lengkap dengan dua koper uang rupiah dan dolar, juga turut serta dalam pawai ini. Sang koruptor, siap dieksekusi mati oleh seorang eksekutor yang membawa senjata api di depanya.

Pantauan detiksurabaya.com, puluhan replika telah siap di pelataran Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar. Sebuah replika yang berbentuk koruptor memiliki tinggi sekitar 2,5 meter, mengenakan baju tahanan no 5 berwarna kuning, serta kedua tanganya menggenggam dua koper uang.

Namun, sang koruptor ini tidak dapat bergerak, karena di depanya terdapat replika eksekutor lengkap dengan senjata api mengarah di dadanya.

"Kami melihat wacana di atas, masih poro kontyra terhadap hukuman mati bagi seorang koruptor, namun kami berpendapat, koruptor seharusnya dihukum mati, seperti bentuk ogoh-ogoh ini," kata Adi (40), sang arsitek pembuat ogoh-ogoh ini kepada detiksurabaya.com, Kamis(22/3/2012).

Sementara usai sembahyang Prayas Agung yang dipimpin Singgih Pandita Suta Nirmala, sekitar 20 ogoh-ogoh buatan warga Hindu se Blitar Raya, diarak dalam pawai ogoh-ogoh.

Mulai ogoh-ogoh berukuran sekitar 1,5 meter diarak anak-anak usia sekolah, hingga setinggi 4 meter. Pawai ogoh-ogoh ini menempuh rute sekitar 3 km, melalui Jalan Bung Karno, Jalan Merdeka, Jalan Kelud dan berakhir kembali di pelataran PIPP Kota Blitar.


(fat/fat)



Share

Komentar terkini (0 Komentar)
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com