detikcom
Kamis, 15/03/2012 16:25 WIB

Kapal Perang India Sandar di Surabaya

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Kapal perang Angkatan Laut India INS Ranjit D53 singgah di Surabaya. Kapal yang membawa 320 awak kapal bersandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak.

"Kunjungan ini untuk mempererat hubungan antar Angkatan Laut India dan Angkatan Laut Indonesia yang sudah lama terjalin. Selain itu, kunjungan ini juga untuk melakukan patroli bersama yang diberi nama Indindo yang selalu digelar setiap tahun kedua Angkatan Laut," kata Asops Danlantamal V, Kolonel Laut (P) H Yudho Warsono kepada wartawan, Kamis (15/3/2012).

Kapal perang jenis kelas Perusak (Class Destroyer) yang dikomndani, Kapten Punit Chadda ini akan berada di Surabaya selama tiga hari kedepan dengan melakukan beberapa kegiatan. Diantaranya antara lain courtesy call ke Danlantamal V, open ship, olah raga bersama dengan personel Koarmatim serta melakukan kunjungan ke tempat wisata di Jawa Timur.

"Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi ajang promosi wisata Jawa Timur ke dunia internasional," imbuh Yudho.

Kapal Perang India ini berjenis Raiput Class Destroyer yang mempunyai panjang 147 meter, lebar 15,8 meter dengan bobot 4.974 ton. Sementara kapal yang berlayar sejak bulan Februari 2012 lalu ini juga akan melakukan kunjungan ke beberapa negara tetangga diantaranya, Filipina dan Malaysia.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bdh/bdh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%