detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 13:50 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 13/03/2012 15:35 WIB

Mayat Dalam Tabung Elpiji

Emil Hajar Kepala Istri Simpanan dengan Pipa Besi

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Eka Indah Jayanti, korban pembunuhan yang ditemukan di dalam bekas tabung elpiji tewas di tangan Emil B Santoso (37) kekasihnya. Perempuan malang ini terkapar setelah dipukul pipa besi.

"Keduanya cek cok, kemudian korban dipukuli dengan benda tumpul," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Sudamiran, Selasa (13/3/2012).

Begitu dihamtam dengan pipa besi, warga Desa Tuko Kulon, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah itu pun tak sadarkan diri. "Pukulannya mengenai seperti di bagian kepalanya," jelasnya.

Jenazah Eka Indah Jayanti (27) warga Grobogan, Jateng ditemukan berawal dari kecurigaan warga sekitar yang mencium bau busuk dari ruko yang ditempati korban di Jalan Kapas Krampung 210.

Polisi pun langsung melakukan pengecakan dan mencurigai sebuah tabung elpiji berukuran 50 Kg di garasi yang merupakan sumber bau busuk.

Setelah dibuka, polisi menemukan jasad korban sudah kaku dalam kondisi berdiri. Dari pengakuan tersangka, pembunuhan itu dilakukannya pada Sabtu (11/2/2012) lalu.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bdh/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%