Detik.com News
Detik.com
Selasa, 13/03/2012 15:35 WIB

Mayat Dalam Tabung Elpiji

Emil Hajar Kepala Istri Simpanan dengan Pipa Besi

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Emil Hajar Kepala Istri Simpanan dengan Pipa Besi
Surabaya - Eka Indah Jayanti, korban pembunuhan yang ditemukan di dalam bekas tabung elpiji tewas di tangan Emil B Santoso (37) kekasihnya. Perempuan malang ini terkapar setelah dipukul pipa besi.

"Keduanya cek cok, kemudian korban dipukuli dengan benda tumpul," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Sudamiran, Selasa (13/3/2012).

Begitu dihamtam dengan pipa besi, warga Desa Tuko Kulon, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah itu pun tak sadarkan diri. "Pukulannya mengenai seperti di bagian kepalanya," jelasnya.

Jenazah Eka Indah Jayanti (27) warga Grobogan, Jateng ditemukan berawal dari kecurigaan warga sekitar yang mencium bau busuk dari ruko yang ditempati korban di Jalan Kapas Krampung 210.

Polisi pun langsung melakukan pengecakan dan mencurigai sebuah tabung elpiji berukuran 50 Kg di garasi yang merupakan sumber bau busuk.

Setelah dibuka, polisi menemukan jasad korban sudah kaku dalam kondisi berdiri. Dari pengakuan tersangka, pembunuhan itu dilakukannya pada Sabtu (11/2/2012) lalu.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%