Rabu, 29/02/2012 15:46 WIB

Bejat! Pria Pengangguran Perkosa Janda Sedang Menstruasi

Yosi Bio - detikNews
Blitar - Tak mampu menahan hasyrat seksualnya, Imam Tohari (24) nekat memperkosa seorang janda 3 anak yang masih kerabatnya. Pria asal Blitar yang sudah pisah ranjang dengan istrinya, nekat memperkosa korban saat menstruasi.

Korban bernama Nurjanah (37) ini diperkosa di bawah ancaman sebilah parang. Informasi yang dihimpun, pelaku awalnya dalam perjalanan untuk jaga malam. Saat melintas di depan rumah korban, pelaku menyelinap melalui jendela kamar dan langsung mendekap paksa mulut korban.

Pelaku yang mengenakan sarung untuk menutup wajah, kemudian memaksa korban melayani nafsu bejatnya. Padahal saat itu, korban sedang tidur bersama anak bungsunya yang masih balita.

"Saya ancam dengan sebilah arit, agar dia tidak melapor ke siapa-siapa usai saya perkosa," kata pelaku kepada wartawan, saat diperiksa di Mapolsek Sanankulon, Blitar, Rabu (29/2/2012).

Pelaku mengaku tidak bisa menahan nafsu, dengan alasan di bawah pengaruh alkohol. Tidak cukup memperkosa, pelaku sempat pergi dan kembali lagi melalui pintu belakang untuk mengambil HP milik korban.

"Pelaku bisa dikenali korban, karena tanpa sadar, sarung penutup wajahnya terbuka saat menindih korban," jelas Kapolsek Sanankulon AKP Agus Ahmad Fauzi.

Agus menambahkan, korban langsung melapor ke polisi saat mengetahui pelakunya adalah tetangga yang juga masih kerabatnya. Kini, pelaku harus meringkuk di tahanan dan terancam pasal 363 jo 285 KUHP tentang pencurian dan pemberatan serta perkosaan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%