Berita Lain
-
Selasa, 21/05/2013 09:39 WIB
Polisi akan Reka Ulang Kasus Anak Penggal Kepala Ibu Kandung
-
Senin, 20/05/2013 18:26 WIB
Sidak KPP Ditolak Perusahaan Percetakan Formulir A Pilgub Jatim
-
Senin, 20/05/2013 17:25 WIB
BBPOM Surabaya Berkaskan 7 Kasus Obat dan Kosmetik Tanpa Izin Edar
-
Senin, 20/05/2013 17:10 WIB
Ditemukan 5 Amplop di Dekat Jenazah WN Korsel
-
Senin, 20/05/2013 15:02 WIB
BBPOM Surabaya Warning 17 Kosmetik Mengandung Merkuri
Indeks Berita
Suroboyoan
Thread Pilihan

Senin, 20/05/2013 12:30 WIB
Bocah 7 Tahun Asal Surabaya Juara Dunia Piano di AS
Posted : f_yazzGaya Hidup
Kamis, 18/04/2013 10:01
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.
Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta
Kuliner
Sabtu, 13/04/2013 11:35
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.
Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan
Pelajar
Kamis, 21/03/2013 15:37
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.
Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 15,448.000
-
Take the road less travelled on this trip through Guatemala, Honduras, Nicaragua and Costa Rica, Save 15%
Rp 11,832.000
Rabu, 22/02/2012 19:46 WIB
Surabaya -
Pemkot Surabaya mulai mengambil kebijakan memulangkan PSK, diantaranya 6 PSK yang biasa mangkal di Lokalisasi Jarak, Kelurahan Putat Jaya. Mereka dipaksa pulang dan tidak diberi uang saku.
Kebijakan tersebut dikeluhkan Isa (26) salah satu dari 6 PSK yang harus dikeluarkan secara paksa dari Lokalisasi Jarak per hari ini.
"Keluhannya, saya dipulangkan secara paksa," kata Isa kepada wartawan di kawasan Putat Jaya, Rabu (22/2/2012).
Ia menceritakan, Selasa (21/2/2012) malam, petugas Kelurahan Putat Jaya menggelar operasi yustisi (kartu identitas penduduk). Kemudian, oleh petugas, KTP-nya disita dan didata kemudian diminta tidak boleh beroperasi lagi di Jarak.
"Katanya operasi KTP, ternyata kok dipulangkan di kelurahan itu. KTP-nya dibawa sama Pak Lurah, temen-temenku juga dibawa ke kelurahan dan diminta bikin surat pakai materai habis gitu disuruh pulang paksa tanpa toleransi," tuturnya.
Isa mengaku tidak terima diperlakukan seperti itu. Pasalnya, dirinya kelahiran Surabaya dan sudah beroperasi menjadi PSK di Jarak sejak tahun 2005.
"Ya dipulangkan secara paksa itu. Kita kan di Jarak sudah lama, terus dipulangkan tanpa diberi uang sama sekali. Kita juga nggak minta," jelasnya.
Untuk sementara ini, Isa bersama teman-temannya yang berasal dari Surabaya, Malang dan beberapa daerah di Jawa Timur lainnya, akan kos di kawasan Putat Jaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Eko Haryanto, mengaku belum mendapatkan kabar tentang pemulangan PSK dari lokalisasi Jarak.
"Saya belum mendengar, saya belum mendapatkan laporan," kata Eko.
Ketika ditanya lebih lanjut, apakah pemulangan paksa tanpa pemberian uang saku adalah kebijakan ddari Pemkot Surabaya, Eko mengatakan, pada prinsipnya pemkot membuat kebijakan tidak boleh ada penambahan jumlah PSK.
"Secara teknis, mau dipulangkan kemudian dikenakan sanksi ada kesepakatan di muspika dan ditunjang lembaga masyarakat ya RT RW. itu sudah komitmen," tuturnya.
Jika kesepakatan yang dibuat muspika dan lembaga masyarakat dilanggar oleh mucikari atau PSK-nya, mereka akan mendapatkan sanksi dan tidak akan mendapatkan uang saku seperti yang diterapkan Pemprov Jatim.
"Kalau ini pelanggaran, ya nggak dapat. Kalau pemprov (PSK mendapatkan uang saku untuk pulang ke kampung halamannya) kan hasil binaan," jelasnya.
(roi/fat)
6 PSK Lokalisasi Jarak Dipulangkan Paksa
Rois Jajeli - detikSurabayaKebijakan tersebut dikeluhkan Isa (26) salah satu dari 6 PSK yang harus dikeluarkan secara paksa dari Lokalisasi Jarak per hari ini.
"Keluhannya, saya dipulangkan secara paksa," kata Isa kepada wartawan di kawasan Putat Jaya, Rabu (22/2/2012).
Ia menceritakan, Selasa (21/2/2012) malam, petugas Kelurahan Putat Jaya menggelar operasi yustisi (kartu identitas penduduk). Kemudian, oleh petugas, KTP-nya disita dan didata kemudian diminta tidak boleh beroperasi lagi di Jarak.
"Katanya operasi KTP, ternyata kok dipulangkan di kelurahan itu. KTP-nya dibawa sama Pak Lurah, temen-temenku juga dibawa ke kelurahan dan diminta bikin surat pakai materai habis gitu disuruh pulang paksa tanpa toleransi," tuturnya.
Isa mengaku tidak terima diperlakukan seperti itu. Pasalnya, dirinya kelahiran Surabaya dan sudah beroperasi menjadi PSK di Jarak sejak tahun 2005.
"Ya dipulangkan secara paksa itu. Kita kan di Jarak sudah lama, terus dipulangkan tanpa diberi uang sama sekali. Kita juga nggak minta," jelasnya.
Untuk sementara ini, Isa bersama teman-temannya yang berasal dari Surabaya, Malang dan beberapa daerah di Jawa Timur lainnya, akan kos di kawasan Putat Jaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Eko Haryanto, mengaku belum mendapatkan kabar tentang pemulangan PSK dari lokalisasi Jarak.
"Saya belum mendengar, saya belum mendapatkan laporan," kata Eko.
Ketika ditanya lebih lanjut, apakah pemulangan paksa tanpa pemberian uang saku adalah kebijakan ddari Pemkot Surabaya, Eko mengatakan, pada prinsipnya pemkot membuat kebijakan tidak boleh ada penambahan jumlah PSK.
"Secara teknis, mau dipulangkan kemudian dikenakan sanksi ada kesepakatan di muspika dan ditunjang lembaga masyarakat ya RT RW. itu sudah komitmen," tuturnya.
Jika kesepakatan yang dibuat muspika dan lembaga masyarakat dilanggar oleh mucikari atau PSK-nya, mereka akan mendapatkan sanksi dan tidak akan mendapatkan uang saku seperti yang diterapkan Pemprov Jatim.
"Kalau ini pelanggaran, ya nggak dapat. Kalau pemprov (PSK mendapatkan uang saku untuk pulang ke kampung halamannya) kan hasil binaan," jelasnya.
(roi/fat)
Baca Juga:
Komentar terkini (0 Komentar)
Berita Terpopuler
- Senin, 20/05/2013 16:15 WIB
Hindari Amuk Warga, Masjid Ahmadiyah Disegel dan Ditutup - Sabtu, 18/05/2013 17:03 WIB
Pengurus Pemuda Pancasila Tuban 'Dikeroyok' 7 Pria Diduga Debt Collector - Sabtu, 18/05/2013 14:33 WIB
Rem Blong, Bus Putra Mulya 'Terbang' ke Rumah Warga - Sabtu, 18/05/2013 12:25 WIB
Pilgub Jatim, Naik Reog Pasangan Bambang DH-Said Daftar ke KPU
Komentar Terpopuler
- Sabtu, 18/05/2013 15:53 WIB
Pilgub Jatim, Menangkan Bambang DH-Said PDIP Terjunkan Jurkam Jokowi - Rabu, 15/05/2013 12:13 WIB
Diduga Polisi Cantik Itu Terpukul Akibat Foto Syurnya Beredar - Sabtu, 18/05/2013 17:03 WIB
Pengurus Pemuda Pancasila Tuban 'Dikeroyok' 7 Pria Diduga Debt Collector - Rabu, 15/05/2013 18:24 WIB
Kapolres Mojokerto Tak Gentar Atas Pelaporan Briptu Rani ke Mabes Polri
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com


Sending your message