detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 18:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 03/02/2012 10:33 WIB

Pesawat Garuda Jakarta-Jogja Mendarat Darurat di Juanda

Norma Anggara - detikNews
Illustrasi
Surabaya - Garuda Indonesia Airlines nomor 202 mendarat darurat di Bandara Juanda Surabaya. Pesawat rute Jakarta-Jogja tersebut diduga mengalami kerusakan sistem pendaratan (flap), sehingga tidak memungkinkan mendarat di landasan Bandara Adisucipto Jogjakarta.

Sekitar pukul 08.23 WIB, pesawat yang berangkat dari Jakarta terpaksa harus mendarat di Bandara Juanda. Sistem pendaratan (flap) yang tiba-tiba tidak berfungsi dengan baik membuat pilot harus mencari landasan yang panjang dan memadai seperti yang ada di Juanda.

"Ada sistem pendaratan pesawat (flat) yang mengalami kerusakan. Jadi harus mencari landasan yang panjang dan memadai," kata Trikora Harjo saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (3/2/2012).

Pria yang menjabat sebagai General Manager Angkasa Pura I Bandara Juanda ini juga mengatakan, peristiwa ini jarang terjadi. Kondisi flat juga sebenarnya dipakai untuk mengurangi kecepatan pesawat.

Kini, pesawat Garuda nomor 202 sedang mengalami proses perbaikan di Juanda. Sementara para penumpangnya telah diterbangkan menggunakan pesawat lain (tetap Garuda) menuju ke Bandara Adisucipto Jogjakarta pada pukul 09.00 WIB.

"Penumpangnya baik-baik saja, sekarang sudah diterbangkan lagi dari Surabaya ke Jogja," terangnya.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nrm/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%