detikcom
Jumat, 03/02/2012 10:33 WIB

Pesawat Garuda Jakarta-Jogja Mendarat Darurat di Juanda

Norma Anggara - detikNews
Illustrasi
Surabaya - Garuda Indonesia Airlines nomor 202 mendarat darurat di Bandara Juanda Surabaya. Pesawat rute Jakarta-Jogja tersebut diduga mengalami kerusakan sistem pendaratan (flap), sehingga tidak memungkinkan mendarat di landasan Bandara Adisucipto Jogjakarta.

Sekitar pukul 08.23 WIB, pesawat yang berangkat dari Jakarta terpaksa harus mendarat di Bandara Juanda. Sistem pendaratan (flap) yang tiba-tiba tidak berfungsi dengan baik membuat pilot harus mencari landasan yang panjang dan memadai seperti yang ada di Juanda.

"Ada sistem pendaratan pesawat (flat) yang mengalami kerusakan. Jadi harus mencari landasan yang panjang dan memadai," kata Trikora Harjo saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (3/2/2012).

Pria yang menjabat sebagai General Manager Angkasa Pura I Bandara Juanda ini juga mengatakan, peristiwa ini jarang terjadi. Kondisi flat juga sebenarnya dipakai untuk mengurangi kecepatan pesawat.

Kini, pesawat Garuda nomor 202 sedang mengalami proses perbaikan di Juanda. Sementara para penumpangnya telah diterbangkan menggunakan pesawat lain (tetap Garuda) menuju ke Bandara Adisucipto Jogjakarta pada pukul 09.00 WIB.

"Penumpangnya baik-baik saja, sekarang sudah diterbangkan lagi dari Surabaya ke Jogja," terangnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nrm/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%