Detik.com News
Detik.com
Rabu, 18/01/2012 16:02 WIB

Harga Tanah Properti di Surabaya dan Gresik Naik, Sidoarjo Stagnan

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Halaman 1 dari 2
Harga Tanah Properti di Surabaya dan Gresik Naik, Sidoarjo Stagnan Ilustrasi/file detikFoto
Surabaya - Selain emas, tanah dan properti merupakan investasi teraman lainnya. Harga properti jarang turun dan cenderung terus naik. Di Surabaya dan Gresik, tanah dan properti terus berkembang. Sedangkan di Sidoarjo, harga tanah dan properti tetap dan malah cenderung turun.

"Pada tahun lalu (2011), market properti khususnya menengah ke atas di Surabaya naik tajam, 30 - 300 %," kata ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi), Daniel Sunyoto, kepada wartawan seusai annual conference : Fly High and Be a Star Era Tjandra, di Gramedia Expo, Jalan Basuki Rahmat, Rabu (18/1/2012).

Daniel mengatakan bahwa harga untuk properti menengah ke bawah malah tidak bisa diperkirakan dan cenderung stabil. Karena properti untuk kelas tersebut cenderung lebih banyak ditempati. Sedangkan untuk properti menengah ke atas, Daniel menerangkan cenderung naik karena sifatnya yang digunakan untuk investasi.

"Mereka kan punya dana lebih, karena itu mereka bisa membeli beberapa untuk disewakan atau untuk usaha. Kenaikan harga properti tersebut kami perkirakan bisa tumbuh hingga 4 tahun ke depan," tambah Daniel.

Daniel menjelaskan, wilayah di Surabaya yang harga propertinya terus tumbuh dan semakin berkembang adalah wilayah Surabaya barat (Graha Family, Citra land) dan wilayah Surabaya timur (galaxy Bumi Permai, Pakuwon City). "Properti yang paling laku adalah yang berharga Rp 500 juta - Rp 2 milyar," terang Daniel.

Tahun 2011, jelas Daniel, penuh dengan hal positif dalam hal penjualan. Omzet naik 40 - 200 % dengan transaksi 50 - 100 unit perbulan. "Kami harapkan tahun ini (2012) omzet kami meningkat dengan target minimal 100 %," lanjut Daniel.

Sementara itu, untuk tetangga Surabaya di bagian utara dan barat yakni Gresik, Daniel menjelaskan bahwa saat ini investor terus melirik dan melakukan pembangunan properti di kota santri tersebut.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(iwd/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%