Detik.com News
Detik.com
Rabu, 28/12/2011 14:28 WIB

Kopaska Latihan Menumpas Infiltrasi Pasukan Asing

Eko Sudjarwo - detikNews
Kopaska Latihan Menumpas Infiltrasi Pasukan Asing Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) Armada Timur (Armatim) TNI AL terlibat pertempuran dengan pasukan asing yang melakukan infiltrasi di Perairan Paciran Lamongan, dengan menyamar menggunakan perahu nelayan.

Dengan menggunakan satu unit combat boat dan dua unit sea rider, pasukan yang dipimpin Lettu Bima Nendya ini sukses mencegah infiltrasi tersebut. Peristiwa itu bagian dari demonstrasi kemampuan tempur Kopaska Armatim TNI AL Detasemen I dan IV seusai upacara Hari Nusantara XII tingkat Jawa Timur yang dipusatkan di Pantai Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Dalam skenario itu, pasukan negara asing menyamar menggunakan dua kapal nelayan melakukan infiltrasi di perairan Indonesia untuk memasang bom. Dua kapal kemudian dihadang oleh tiga kapal milik Kopaska berkecepatan maksimal hingga 45 knot.

Setelah sukses melumpuhkan pasukan asing itu, bom yang mereka bawa kemudian dimusnahkan dengan cara diledakkan di laut. Sementara tim darat Kopaska yang dipimpin Lettu Abdul Aziz, melumpuhkan pasukan asing di sebuah rumah yang digunakan sebagai basis pertahanan.

Dengan menggunakan senapan jenis M4 kaliber 5,56 mm dan MP5 kaliber 9 mm, mereka sukses melumpuhkan pasukan asing, kemudian meledakkan rumah pertahanan musuh.

Kegiatan itu sendiri dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo yang juga bertindak sebagai inspektur upacara. Juga terlihat hadir, Komandan Kopaska Armatim TNI AL, Kolonel laut Yehezkiel Katiandagho, serta Kolonel Laut Syufenri dari Koarmatim. Sementara dari Lamongan hadir lengkap Bupati Fadeli bersama Wabup Amar Saifudin bersama sejumlah forum pimpinan daerah setempat.

Terkait pelaksanaan Hari Nusantara, Pakde Karwo menyampaikan Deklarasi Juanda yang melandasi peringatan Hari Nusantara adalah keputusan nasionalisme yang sangat luar biasa. Karena memberikan kedaulatan dan persatuan nusantara baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya.

"Deklarasi Juanda menjadikan Indonesia menjadi kawasan kepulauan terbesar di dunia. Karena menjadikan kawasan laut diantara, di dalam dan di sekitar kepulauan adalah wilayah nusantara," kata Soekarwo.

Dia menyatakan, Indonesia, dalam hal ini Jawa Timur memiliki kemampuan luar bisa untuk menjadi besar. Terlebih di saat perekonomian Eropa dan Amerika yang sedang turun sehingga investasi beralih ke kawasan Asia. Asal Indonesia mampu menjaga persatuan serta menjaga demonstrasi tidak berlebihan, Indonesia akan menjadi besar.

"Jika demokrasi dijaga tidak berlebihan dan suasana dijaga tetap kondusif dari konflik horizontal, investasi akan masuk. Terbukti, Jawa Timur yang suasananya kondusif, izin penanaman modal asing (PMA) tahun ini naik hingga 273 persen," pungkasnya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%