Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Rabu, 28/12/2011 14:07 WIB

Anak Berkebutuhan Khusus Mampu Jadi Lakon Anoman Obong

Priska Cinthia Sondakh - detikSurabaya



Foto: Priska Cinthia Sondakh
Surabaya - Semua orang bebas untuk berekspresi. Tak menutup kemungkinan bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Sebagai salah satu upaya menggali kepedulian masyarakat kepada anak-anak berkebutuhan khusus, siswa-siswi Sekolah Bakti Asih Surabaya menggelar pagelaran wayang dengan lakon Anoman Obong.

Dalam pagelaran wayang yang dihadiri sekitar lebih 100 orang ini bertujuan memberi peluang ekspresi bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus untuk mengembangkan potensinya.

"Pagelaran ini diadakan bertujuan untuk memberi peluang bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Mereka yang dianggap tidak bisa oleh masyarakat. Tapi di mata saya setiap anak dilahirkan punya potensi, termasuk mereka. Tergantung bagaimana kita menyikapi potensi mereka," kata pelatih wayang Sekolah Bakti Asih Surabaya, Thomas A Cipto (46) kepada wartawan di Gedung Taman Budaya, Rabu (28/12/2011).

Thomas mengaku proses latihan yang berlangsung selama 3 bulan ini mengalami kendala. Setiap minggu ia harus menyediakan waktu dua kali untuk melatih mereka.

"Tentunya selalu ada kendala. Orang normal aja ada kendala apalagi mereka (red. anak berkebutuhan khusus). Paling sulit waktu mereka tidur, terus dibangunin untuk latihan," ujar pria yang juga mengajar seni tari dan wayang di St. Yusuf Tropodo.

Dari 50 anak-anak berkebutuhan khusus, diantaranya ada tuna netra, tuna grahita, tuna rungu dan tuna daksa.

Selain pagelaran wayang, acara ini juga menampilkan tarian seorang gadis kecil yang tuna rungu, penampilan grup band "Generasi" dari anak-anak tuna netra, sebuah nyanyian oleh anak kecil yang memiliki keterbelakangan mental (tuna grahita) dan pembacaan puisi seorang anak yang tuna rungu.

Acara ini mendapat perhatian yang positif di mata para tamu undangan.
Perihalnya, saat seorang tuna grahita melantunkan lagu "Jangan Menyerah", para tamu dengan antusiasnya berdiri dan ikut bernyanyi bersama.

Thomas menjelaskan selama enam bulan mengenal mereka, terjadi perkembangan yang cukup signifikan.

"Saya baru masuk 6 bulan lalu. Melihat mereka di awal berbeda dengan sekarang. Dulunya mereka takut bertemu orang lain, sekarang mereka berani," ujar pria yang mengaku ingin mengabdikan dirinya untuk teman-teman yang memiliki kebutuhan khusus ini.

Thomas berharap pagelaran ini akan dikembangkan di tahun yang akan datang.
"Saya berharap, acara untuk anak seperti ini harus diadakan setiap tahun agar mereka juga bisa mengembangkan potensinya seperti orang normal biasanya," tandasnya.

(fat/fat)



Share

Komentar terkini (0 Komentar)
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com