Berita Lain
-
Jumat, 24/05/2013 17:51 WIB
SMA Trimurti Pilih Gelar Baksos ke Liponsos Dari Pada Konvoi
-
Jumat, 24/05/2013 16:56 WIB
TNI akan Pamerkan Alutsista Baru Pada HUT ke-69
-
Jumat, 24/05/2013 16:09 WIB
Panglima TNI Tutup Latihan Gabungan 2013
-
Jumat, 24/05/2013 11:35 WIB
1.000 Personel Gabungan Antisipasi 20 Titik Konvoi Kelulusan
-
Jumat, 24/05/2013 11:08 WIB
Pecah Ban, Truk Muat Kain Terguling
Indeks Berita
Suroboyoan
Thread Pilihan

Senin, 20/05/2013 12:30 WIB
Bocah 7 Tahun Asal Surabaya Juara Dunia Piano di AS
Posted : f_yazzGaya Hidup
Kamis, 18/04/2013 10:01
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.
Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta
Kuliner
Sabtu, 13/04/2013 11:35
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.
Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan
Pelajar
Kamis, 21/03/2013 15:37
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.
Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 3,253.000
-
Rp 15,424.000
Rabu, 28/12/2011 14:07 WIB
Foto: Priska Cinthia Sondakh
Surabaya -
Semua orang bebas untuk berekspresi. Tak menutup kemungkinan bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Sebagai salah satu upaya menggali kepedulian masyarakat kepada anak-anak berkebutuhan khusus, siswa-siswi Sekolah Bakti Asih Surabaya menggelar pagelaran wayang dengan lakon Anoman Obong.
Dalam pagelaran wayang yang dihadiri sekitar lebih 100 orang ini bertujuan memberi peluang ekspresi bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus untuk mengembangkan potensinya.
"Pagelaran ini diadakan bertujuan untuk memberi peluang bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Mereka yang dianggap tidak bisa oleh masyarakat. Tapi di mata saya setiap anak dilahirkan punya potensi, termasuk mereka. Tergantung bagaimana kita menyikapi potensi mereka," kata pelatih wayang Sekolah Bakti Asih Surabaya, Thomas A Cipto (46) kepada wartawan di Gedung Taman Budaya, Rabu (28/12/2011).
Thomas mengaku proses latihan yang berlangsung selama 3 bulan ini mengalami kendala. Setiap minggu ia harus menyediakan waktu dua kali untuk melatih mereka.
"Tentunya selalu ada kendala. Orang normal aja ada kendala apalagi mereka (red. anak berkebutuhan khusus). Paling sulit waktu mereka tidur, terus dibangunin untuk latihan," ujar pria yang juga mengajar seni tari dan wayang di St. Yusuf Tropodo.
Dari 50 anak-anak berkebutuhan khusus, diantaranya ada tuna netra, tuna grahita, tuna rungu dan tuna daksa.
Selain pagelaran wayang, acara ini juga menampilkan tarian seorang gadis kecil yang tuna rungu, penampilan grup band "Generasi" dari anak-anak tuna netra, sebuah nyanyian oleh anak kecil yang memiliki keterbelakangan mental (tuna grahita) dan pembacaan puisi seorang anak yang tuna rungu.
Acara ini mendapat perhatian yang positif di mata para tamu undangan.
Perihalnya, saat seorang tuna grahita melantunkan lagu "Jangan Menyerah", para tamu dengan antusiasnya berdiri dan ikut bernyanyi bersama.
Thomas menjelaskan selama enam bulan mengenal mereka, terjadi perkembangan yang cukup signifikan.
"Saya baru masuk 6 bulan lalu. Melihat mereka di awal berbeda dengan sekarang. Dulunya mereka takut bertemu orang lain, sekarang mereka berani," ujar pria yang mengaku ingin mengabdikan dirinya untuk teman-teman yang memiliki kebutuhan khusus ini.
Thomas berharap pagelaran ini akan dikembangkan di tahun yang akan datang.
"Saya berharap, acara untuk anak seperti ini harus diadakan setiap tahun agar mereka juga bisa mengembangkan potensinya seperti orang normal biasanya," tandasnya.
(fat/fat)
Anak Berkebutuhan Khusus Mampu Jadi Lakon Anoman Obong
Priska Cinthia Sondakh - detikSurabaya
Foto: Priska Cinthia Sondakh
Dalam pagelaran wayang yang dihadiri sekitar lebih 100 orang ini bertujuan memberi peluang ekspresi bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus untuk mengembangkan potensinya.
"Pagelaran ini diadakan bertujuan untuk memberi peluang bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Mereka yang dianggap tidak bisa oleh masyarakat. Tapi di mata saya setiap anak dilahirkan punya potensi, termasuk mereka. Tergantung bagaimana kita menyikapi potensi mereka," kata pelatih wayang Sekolah Bakti Asih Surabaya, Thomas A Cipto (46) kepada wartawan di Gedung Taman Budaya, Rabu (28/12/2011).
Thomas mengaku proses latihan yang berlangsung selama 3 bulan ini mengalami kendala. Setiap minggu ia harus menyediakan waktu dua kali untuk melatih mereka.
"Tentunya selalu ada kendala. Orang normal aja ada kendala apalagi mereka (red. anak berkebutuhan khusus). Paling sulit waktu mereka tidur, terus dibangunin untuk latihan," ujar pria yang juga mengajar seni tari dan wayang di St. Yusuf Tropodo.
Dari 50 anak-anak berkebutuhan khusus, diantaranya ada tuna netra, tuna grahita, tuna rungu dan tuna daksa.
Selain pagelaran wayang, acara ini juga menampilkan tarian seorang gadis kecil yang tuna rungu, penampilan grup band "Generasi" dari anak-anak tuna netra, sebuah nyanyian oleh anak kecil yang memiliki keterbelakangan mental (tuna grahita) dan pembacaan puisi seorang anak yang tuna rungu.
Acara ini mendapat perhatian yang positif di mata para tamu undangan.
Perihalnya, saat seorang tuna grahita melantunkan lagu "Jangan Menyerah", para tamu dengan antusiasnya berdiri dan ikut bernyanyi bersama.
Thomas menjelaskan selama enam bulan mengenal mereka, terjadi perkembangan yang cukup signifikan.
"Saya baru masuk 6 bulan lalu. Melihat mereka di awal berbeda dengan sekarang. Dulunya mereka takut bertemu orang lain, sekarang mereka berani," ujar pria yang mengaku ingin mengabdikan dirinya untuk teman-teman yang memiliki kebutuhan khusus ini.
Thomas berharap pagelaran ini akan dikembangkan di tahun yang akan datang.
"Saya berharap, acara untuk anak seperti ini harus diadakan setiap tahun agar mereka juga bisa mengembangkan potensinya seperti orang normal biasanya," tandasnya.
(fat/fat)
Baca Juga:
Komentar terkini (0 Komentar)
Berita Terpopuler
- Jumat, 24/05/2013 18:38 WIB
Foto Surabaya
Bubarkan Konvoi Kelulusan, Seorang Polisi dan Pelajar Terluka - Jumat, 24/05/2013 08:32 WIB
Anak PRT di Tuban Raih Nilai UN Tertinggi se-Jawa Timur - Jumat, 24/05/2013 09:31 WIB
Polisi Siaga Antisipasi Konvoi Kelulusan - Kamis, 23/05/2013 19:14 WIB
154 Pelajar SMA/MA di Jatim Tidak Lulus UN
Komentar Terpopuler
- Sabtu, 18/05/2013 15:53 WIB
Pilgub Jatim, Menangkan Bambang DH-Said PDIP Terjunkan Jurkam Jokowi - Jumat, 24/05/2013 08:32 WIB
Anak PRT di Tuban Raih Nilai UN Tertinggi se-Jawa Timur - Sabtu, 18/05/2013 17:03 WIB
Pengurus Pemuda Pancasila Tuban 'Dikeroyok' 7 Pria Diduga Debt Collector - Selasa, 21/05/2013 18:14 WIB
Siswi Asal Sidoarjo Hamil 7 Bulan Setelah Digilir 3 Remaja
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com


Sending your message