Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Kamis, 15/12/2011 12:31 WIB

Jelang Tahun Baru, Omzet Pengrajin Terompet Turun 50 Persen

Eko Sudjarwo - detikSurabaya



Foto: Eko Sudjarwo
Surabaya - Momen pergantian tahun selalu identik dengan terompet selalu membawa berkah tersendiri bagi warga Desa Sumberaji Kecamatan Sukodadi, Lamongan.

Namun tahun ini omzet turun 50 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bila biasanya menerima orderan 5 ribu terompet, kini hanya 3 ribu terompet saja.

Salah seorang warga Desa Sumberaji yang menjadi pengrajin terompet, Samanhudi mengaku penyebab merosotnya omzet karena banyak orang bisa membuat terompet.

"Penyebabnya merosotnya kemungkinan karena kini semakin banyak orang yang bisa membuat dan memasarkan sendiri hasil kerajinan terompetnya," kata Samanhudi, kepada detiksurabaya.com di lokasi, Kamis (15/12/2011).

Apalagi, tiap warga di desanya juga mahir membuat kerajinan terompet. Khususnya model naga, biola dan ikan terbang. Samanhudi mengaku jika dirinya sudah hampir 13 tahun menjadi pengrajin terompet. Biasanya, warga kebanjiran order 2 atau 3 bulan sebelum momen pergantian tahun.

"Hampir tiap rumah di desa ini ada pengrajin terompet," kata Samanhudi

Setiap terompet yang dihasilkan, kata Samanhudi, mereka hargai antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per buah tergantung model terompet yang mereka buat. Untuk pemasaran, biasanya mereka memasarkan sendiri terompetnya ke kota-kota lain di sekitar Lamongan bahkan ke luar pulau, seperti ke Sumatra, Kalimantan dan Papua.

"Biasanya kami pasarkan sendiri atau kami menerima pesanan orang lain," jelasnya.


(fat/fat)



Share

Komentar terkini (0 Komentar)
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com