Senin, 12/12/2011 18:06 WIB

Anggota Polres Bangkalan Dibunuh

Motif Pembunuhan Briptu Eriek Diduga Pemerasan

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Motif pembunuhan Briptu Eriek Setyo Widodo anggota Unit Lantas Polsek Sukolilo Polres Bangkalan akhirnya terungkap yakni pemerasan. Motif itu terungkap, setelah pembunuhnya yang juga anggota Polsek Pabean Cantikan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Aiptu Sunarto tertangkap.

"Motifnya diduga memeras dan mencari keuntungan dari korban," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Rachmat Mulyana saat jumpa pers bersama Direskrimum Kombes Pol Agus K Sutisna di mapolda, Jalan Ahmad Yani, Senin (12/12/2011).

Dari hasil penyelidikan, Aiptu Sunarto anggota provos Polsek Pabean Cantikan ini sering beroperasi memeras anggota lalu lintas yang menilang kendaraan. Sebelum terungkap melakukan pembunuhan Briptu Eriek, pada Rabu (7/12/2011) lalu Aiptu Sunarto bersama anaknya Arif Wahyu Budi Setiawan dan Briptu S (anggota Satlantas Polrestabes Surabaya) mengendarai mobil Avanza warna hitam dengan nopol dinas palsu 4523 X dari arah Mojokerto menuju Surabaya.

Kemudian, mobil Avanza yang dikemudikan Arif itu mengejar serta menghentikan kendaraan mobil pengangkut uang milik PT G4S, yang melaju dengan keadaan zig zag serta berkecepatan tinggi di By Pass Krian Sidoarjo. Diduga mereka berusaha akan memeras pengemudi kendaraan G4S. Namun didalamnya ada anggota Brimob yang mengawalnya, sehingga Sunarto memerintahkan kendaraan tersebut melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Pada Jumat (9/12/2011), anggota Subbid Provos Bid Propam Polda Jatim melakukan pengecekan dan menginterograsi Aiptu Sunarto, terkait menghentikan mobil G4S tersebut. Hasilnya, ada beberapa lembar 'Surat Keterangan Pelatihan Satpam' yang diterbitkan oleh Kombes Pol Sutarman NRP 57100576 jabatan Kapolwiltabes Surabaya yang dikeluarkan pada tahun 2006, serta terdapat stempel palsu Polwiltabes Surabaya dan bantalan tintanya.

"Kita juga mengamankan barang bukti pakaian seragam dinas tersangka Aiptu S (Sunarto) dengan tanda kepangkatan Ajun Komisaris Polisi (AKP) dan baret provos," tuturnya.

Sementara itu, Direskrimum Kombes Pol Agus K Sutisna menambahkan, saat kejadian pembunuhan Briptu Eriek, tersangka Aiptu Sunarto mengenakan seragam polisi dengan pangkat AKP.

"Tersangka mengenakan seragam Provos Polri dan menggunakan pangkat AKP. Sedangkan tersangka A (Arif Wahyu Budi Setiawan) memakai seragam safarai warna hitam," jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Briptu Eriek Setyo Widodo (sebelumnya Briptu Erick Setiabudi) NRP 85111450 yang dinas di Polsek Sukolilo Bangkalan ditemukan tewas dengan kondisi telanjang menggunakan celana dalam warna biru muda dengan luka memar di dahi dan dua luka tembak pada 16.15 WIB, Senin (1/8/2011) di pegunungan Geger Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(roi/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%