Detik.com News
Detik.com
Selasa, 15/11/2011 09:12 WIB

HUT ke-66 Korps Marinir Dihibur Aksi Penembakan Peluru Tajam

Zainal Effendi - detikNews
HUT ke-66 Korps Marinir Dihibur Aksi Penembakan Peluru Tajam
Surabaya - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno akan memimpin upacara HUT ke-66 Korps Marinir di Lapangan Tembak FMX Supramono, Kesatrian Marinir Karangpilang Surabaya, Selasa (15/11/2011).

Dalam upacara ini serangkaian acara menarik ditampilkan. Diantaranya unjuk kekuatan tempur pasukan Marinir.

"Selain devile pasukan dan alat tempur juga akan ada penembakan peluru tajam sebagai demo," kata Kasipen Pas Dispen Marinir, Kapten (mar) Antonradan Tri H sebelum upacara berlangsung.

Anton menambahkan, inspektur upacara dipimpin langsung oleh KSAL. Sedangkan sebagai komandan upacara yakni, Brigjen TNI (Mar) A Faridz Washington yang setiap hari menjabat sebagai Komandan Pasmar I.

Upacara yang diikuti 6.155 pasukan Korps Marinir. Berbagai pertunjukan disiapkan panitia. Diantaranya aksi terjun statik oleh 60 penerjun, demo penembakan 3 pucuk launcher RPG, penembakan 4 canon 90 mm oleh 4 tank amfibi PT 76.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ze/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%