Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 12/11/2011 16:45 WIB

Tiba di Surabaya, Dua Jamaah Haji Kloter Pertama Sakit

Rois Jajeli - detikNews
Tiba di Surabaya, Dua Jamaah Haji Kloter Pertama Sakit
Surabaya - Kelompok terbang (kloter) pertama Jamaah haji embarkasi Surabaya, tiba di ruang Mina Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada pukul 15.30 WIB. Dari ratusan jamaah itu, dua orang jamaah mengalami sakit.

"Ada dua yang sakit. Sakitnya biasa saja mungkin kecapekan," ujar salah satu petugas kesehatan Asrama Haji Sukolilo, Sabtu (12/11/2011).

Katanya, dua orang jamaah haji kloter pertama dari Kabupaten Bangkalan itu, langsung diobservasi di ruang klinik Asrama Haji Sukolilo. Diperkirakan, kedua jamaah haji yang sakit itu, tidak sampai dikarantina.

"Nggak. Bisa pulang kok," jelasnya.

Setelah tiba di Asrama Haji Sukolilo, para jamaah langsung dicek seperti dokumen dan administrasinya. Sebagian lagi, jamaah ada yang menukarkan uang Riyal Arab dengan mata uang Rupiah di tempat penukaran uang di dalam ruang mina.

Kemudian, para jamaah haji ini, mendapatkan kunjungan dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Kakanwil Kemenag Jatim serta pejabat Pemprov Jatim.

Dalam sambutannya, gubernur yang biasa dipanggil Pakde Karwo, mendoakan, agar semua jamaah haji menjadi haji mabrur.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%