Detik.com News
Detik.com

Jumat, 28/10/2011 12:30 WIB

Polisi Dalami Penyebab Kebakaran di Perum Pondok Nirwana

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Polisi masih menyelidiki kebakaran di Baruk X/68, Perumahan Pondok Nirwana yang menewaskan seorang balita dan nenek serta satu orang kritis. Meski sudah melakukan olah TKP, petugas identifikasi Polrestabes Surabaya masih belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran.

"Masih kita selidiki, penyebabnya apa. Apakah dari tabung gas atau kompor maupun instalasi listrik," ujar Kompol Naufil Hartono kepada wartawan di kamar mayat RSU dr Soetomo, Jumat (28/10/2011).

Kapolsek Rungkut ini mengungkapkan pihaknya sedang memeriksa dua orang penghuni rumah yang berhasil menyelamatkan diri. Dua penghuni yang dimintai keterangan yakni, Adi Susilo dan pembantunya.

"Ada dua dugaan yang menyebabkan yakni kompor dan hubungan arus pendek di salah satu ruang yang terbakar antara gudang dan ruang tamu," imbuhnya.

Sedangkan dua jenasah kebakaran yang meninggal akibat kekurangan oksigen karena terjebak di lantai dua, kini sedang dilakukan otopsi di kamar mayat RSU dr Soetomo. "Untuk yang kritis juga dirujuk ke RSU dr Soetomo," pungkasnya.

Sementara korban meninggal yakni James Suslio (1) dan wanita tua asal China (59) dan ibu balita Chung Ho (29), yang kini dirawat di ICU dr Soetomo. "Untuk nama warga negara asing China yang tidak lain ibu dari korban kritis masih kita mintakan ke Adi, ayah balita," ujar Naufil.

Sebelumnya, kebakaran melalap satu lantai rumah di Jalan Baruk X/68, Pondok Nirwana Jumat dinihari. Akibat kejadian ini, 3 dari 5 penghuni rumah, dua diantaranya tewas dan satu lagi kritis terjebak asap di lantai dua karena kehabisan oksigen.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ze/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%