detikcom
Kamis, 27/10/2011 15:49 WIB

Pekerjakan PSK di Bawah Umur, Wisma 18 Dolly Ditutup

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Wisma 18 di Lokalisasi Dolly terpaksa tutup. Itu setelah pemiliknya diamankan polisi karena terbukti melacurkan anak di bawah umur. Asep Darmawan (35), pemilik wisma 18 diamankan bersama istrinya, Pepi Indah Sari (17) turut terlibat.

"Dua tersangka kami amankan setelah terbukti melacurkan 3 anak buahnya yang masih di bawah umur," kata AKP Suratmi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak
Polrestabes Surabaya (PPA) kepada wartawan, Kamis (27/10/2011).

Korban sebut saja Nonik, warga Tambak Asri. Gadis 15 tahun itu kenal Asep dari temannya sebut saja Andien (16) warga Banyu Urip, yang memang menjadi anak buah Asep. Meski akhirnya menjadi anak buah Asep, tetapi Nonik tidak mengatakan yang sebenarnya kepada ibunya. Kepada ibunya, Nonik mengaku bekerja di sebuah restoran di Sidoarjo.

Suatu waktu, ibu Nonik membutuhkan uang untuk membayar kos. PIS yang melihat itu kemudian meminjami uang sebesar Rp 1,5 juta. uang itu ternyata dijadikan jaminan oleh PIS agar Nonik tetap bekerja di wismanya.

"Ternyata Nonik tak kuat dan meminta agar dipulangkan," tambah Suratmi.

Dari kepulangan Nonik akhirnya ibunya tahu jika Nonik bekerja di rumah bordil. Itu setelah PIS ngotot agar ibu Nonik mengembalikan uangnya Rp 1,5 juta. Dari situ Ibu Nonik melapor ke polisi. Dari melihat barang bukti yang ada, diketahui jika dalam sebulan bekerja di Wisma 18, Nonik sudah melayani sekitar 100 tamu.

"Jumlah tamu yang diterima Nonik bisa dilihat dari buku tamu wisma," lanjut Suratmi.

Dari keterangan Asep, diketahui jika dirinya juga telah mempekerjakan seorang lagi anak di bawah umur selain Nonik dan Andien. Gadis itu adalah Endah (14), warga Simo.

Sayangnya Endah belum bisa dikonfirmasi polisi karena dia sudah tidak ada lagi di wisma tersebut. Endah kabur saat masih bekerja di wisma di Jalan Kupang Gunung Timur I tersebut.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(iwd/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%