Detik.com News
Detik.com
Minggu, 09/10/2011 19:34 WIB

Kesepian Ditinggal Istri di Desa, Ribut Cabuli Adik Ipar

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Kesepian dan lama tidak dijamah istrinya yang tinggal di desa, membuat Ribut gelap mata. Bapak satu anak, nekat meremas maaf-payudara, menciumi adik ipar yang dijanjikan dicarikan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di Surabaya.

Akibat perbuatannya yang tak senonoh, Ribut dilaporkan suami adik iparnya ke polisi.
"Pelaku kita amankan setelah mendapatkan laporan dari suami korban," kata Kanit Reskrim Polsek Genteng AKP Arif Suharto, Minggu (9/10/2011).

Korban sebut saja Nunik (17) adalah adik ipar Ribut. Dia tinggal di Surabaya baru tiga hari dan dijanjikan pekerjaan oleh Ribut (23) sebagai pembantu rumah tangga.

Kejadian yang membuat Nunik, suaminya dan keluarganya marah, saat Nunik pulang setelah membeli mie ayam, langsung didekap Ribut. Saat kejadian, birahi bapak satu anak yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja dekorasi panggung pengantin itu memuncak, melihat kemolekan tubuh adik iparnya.

Entah setan apa yang ada dibenaknya, Ribut langsung meremas maaf-payudara dan menciumi adik iparnya. Nunik pun ketakutan dan berontak. Usahanya itu akhirnya berhasil melepaskan dari dekapan Ribut.

Kejadian yang dialami Nunik itu dilaporkan ke suami dan beberapa kerabatnya. Keluarga Nunik pun sepakat membawa kasus tersebut ke pihak berwajib. Setelah menerima laporan dari korban dan keluarganya, polisi mengamankan Ribut dari tempat kosnya dan tidak ada perlawanan.

"Barang bukti yang kita amankan seperti pakaian yang dikenakan korban," jelas Arif.

Sementara Ribut mengakui bahwa istrinya yang tinggal bersama satu anaknya di kawasan Kesamben, Blitar membuat dirinya kesepian selama di Surabaya. Namun, saat ditanya mengapa dirinya nekat mencabuli adik iparnya, Ribut mengelaknya.

"Maksud saya menolongnya mencarikan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga," ujar Ribut.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%