Selasa, 20/09/2011 13:06 WIB

Isteri Kurang Seksi, Nelayan Bertato Gagahi Isteri Teman

Purwo S - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pacitan - Peribahasa rumput tetangga lebih segar rupanya dilakoni oleh pria warga Pacitan. Tak puas dengan layanan isteri sendiri, isteri teman pun akan digagahi Istadi (31). Ujungnya, pria bertato yang sehari-hari sebagai nelayan digelandang ke kantor polisi.

Dalam melancarkan aksi bejatnya, warga asal Dusun Ketro Desa Watukarung Kecamatan Pringkuku, menggunakan modus SMS. Usai maghrib, dia mengirim pesan singkat ke HP milik korban berinisial UTR (27) yang tak lain isteri rekannya berinisial PR (46).

Dalam SMS bernada provokatif itu, pelaku memberitahu jika PR sedang selingkuh dengan seseorang di tepi pantai. Bak disambar geledek, UTR terperanjat dan naik pitam. Ibu rumah tangga beranak satu itu pun bermaksud melabrak sang suami.

Saat itulah, pelaku datang menawarkan jasa. Bak pahlawan, pelaku mengantarkan korban menuju lokasi yang ditunjukkannya semula. Tanpa menaruh curiga, korban bagitu saja mengamini tawaran pelaku. Maklum, selama ini hubungan kedua keluarga cukup baik.

Bahkan seringnya mereka saling bertemu telah menjelma seperti saudara. Korban pun tak menyangka, bahaya mengancam di depan mata. Baru sekitar 300 meter dari rumah korban, pelaku mulai menampakkan kedoknya.

Berbeda dengan niat semula, di tempat sepi tersebut pelaku justru berusaha memerkosa korban. Awalnya, tangan pelaku berusaha menarik pakaian korban hingga setengah telanjang. Beberapa detik kemudian, tubuh korban didorong hingga posisi telentang.

Mengetahui organ tubuh yang tersibak sebagian, gejolak nafsu semakin menguasai pikiran pelaku. Terlebih, sebelumnya pelaku sempat menenggak minuman keras yang membuatnya kehilangan akal sehat. Serta merta tubuh jangkungnya langsung menindih korban yang makin tak berdaya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
84%
Kontra
16%