detikcom
Kamis, 25/08/2011 09:32 WIB

Lebaran, Rumah Sakit Daerah Diminta Tidak Gampang Merujuk Pasien

Zainal Effendi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Mengantisipasi jumlah pasien overload saat libur Lebaran, rumah sakit di daerah diminta tidak asal merujuk pasien. Jika masih bisa ditangani di rumah sakit daerah, pasien sebaiknya tidak perlu dirujuk.

"Kami minta rumah sakit di daerah selama libur Lebaran lebih selektif dalam merujuk pasien ke sini (RSU dr Soetomo)," kata, dr Dodo Anondo MPH, Kamis (25/8/2011).

Selama libur Lebaran, kata Direktur Utama rumah sakit Pemprov Jatim memang menyiagakan tenaga medis yang lebih banyak dibanding hari biasa. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi overload pasien selama arus mudik maupun balik lebaran.

"Dari tahun ke tahun jumlah pasien didominasi korban kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi saat arus mudik dan balik lebaran," imbuhnya.

Dodo berharap, jika ada korban kecelakaan di daerah sebaiknya rumah sakit setempat menangani lebih dulu sebelum dirujuk jika tidak mampu. Begitu pula dengan kasus penyakit lainnya yang tidak terlalu gawat.

"Jadi hanya pasien yang benar-benar emergency saja dan tidak bisa ditangani di daerah yang dirujuk ke RSU dr Soetomo. Ini untuk menghindari overload sehingga layanan bisa maksimal," tegas Dodo.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur ini menambahkan, hasil rapat koordinasi lintas sektor menghadapi libur Lebaran 2011 juga mengharuskan rumah sakit maupun layanan kesehatan yang berada di sepanjang jalan arteri tetap memberikan pelayanan selama 24 jam.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ze/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%