detikcom
Senin, 22/08/2011 14:36 WIB

Berobat Ke Surabaya, Penderita kanker Otak Meninggal di KM Dorolondo

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Sungguh malang nasib Atik Saifullah. Bocah 6 tahun itu menghembuskan nafas terakhir di kapal yang justru akan membawanya berobat ke Surabaya. Sejak 2 tahun lalu, Atik sering keluar masuk rumah sakit karena menderita kanker otak.

"Dokter di Balikpapan menganjurkan agar anak saya di bawa ke RSU dr Soetomo. Jadi saya ke Surabaya sekalian mudik ke Madiun. Tetapi akhirnya malah begini," kata Nur Khasanah, ibu Saifullah, kepada wartawan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (22/8/2011).

Nur Khasanah mengatakan, kemarin dia dan keluarganya naik KM Dorolonda dari Balikpapan menuju Surabaya. Sebenarnya, dia ingin mengajak Saifullah naik pesawat, tetapi niat itu tak kesampaian karena tiket pesawat tujuan Surabaya sudah habis. Jadilah Nur Khasanah bersama suami, ibu bapaknya dan Saifullah berangkat lewat laut pukul 16.00 WIB.

"Dalam perjalanan, suhu tubuh anak saya panas," tambah Khasanah.

Dan demam yang dimulai malam hari itu makin membuat suhu tubuh Saifullah meningkat hingga dini hari. Mungkin tak kuat menahan rasa sakit, sekitar pukul 03.00 WIB Saifullah meninggal di kamar kapal.

Jenazah Saifullah tetap berada di pelukan Nur Khasanah hingga kapal berpenumpang 2.800 penumpang itu tiba di Pelabuhan Tanjung Perak pukul 07.00 WIB. Ironisnya, jenazah Saifullah baru bisa diturunkan 3 jam kemudian karena banyaknya penumpang yang berebut turun.

Begitu diturunkan, jenazah Saifullah langsung dimasukkan ke ambulance dan dibawa ke kamar mayat RSU dr Soetomo. Sepanjang proses penurunan jenazah hingga dibawa ke kamar mayat, Nur Khasanah terus menangis di samping anaknya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iwd/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%