detikcom
Senin, 01/08/2011 15:30 WIB

Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah di Jombang Puasa Besok

Jombang - Warga di Desa Kapas, Desa Dukuh Kelopo, Kecamatan Peterongan, Jombang, belum melaksanakan puasa Ramadan. Penganut Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah ini baru akan menjalankan ibadah puasa Ramadan, Selasa (2/8/2011) besok.

Dari pengamatan detiksurabaya.com, sekitar 3.000 penganut jamaah ini belum menjalankan ibadah puasa. Tak seperti umat Islam lainnya yang berpuasa pada hari ini, sebagian warga masih terlihat makan dan minum kopi dalam warung terbuka sembari menghisap rokok.

"Hari ini warga Kapas masih melakukan kegiatan seperti biasanya. Karena ini sudah turun temurun dalam penentuan hilal pada rukyah yang berbeda dengan umat Islam lainnya," kata Amir Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah, KH Nasuha Anwar, Senin (1/8/2011) siang.

Menurutnya, penentuan awal bulan Ramadan dilakukan setelah tim rukyah jamaah ini melakukan rukyatul hilal atau melihat pergantian bulan. Namun, pada rukyah yang dilakukan kemarin sore, tim ini gagal melihat hilal dengan mata telanjang.

Karena gagal melihat hilal tersebut, dalam penentuan 1 Ramadan, jamaah ini kemudian melakukan istiqmal atau menggenapkan hitungan bulan Syaban menjadi 30 hari. Secara otomatis, jamaah ini menganggap bulan Ramadan jatuh pada hari Selasa besok.

Anwar juga menjelaskan, perbedaan menentukan awal Ramadan Jamaah ini, memang selalu terlambat selang waktu sehari dibanding umat islam lainnya. Bahkan, hal ini terjadi sudah sejak 10 tahun terakhir ini. "Tak hanya Ramadan, biasanya 1 Syawal juga kita terlambat," katanya.

Pihaknya berharap, dengan perbedaan penentuan awal bulan Ramadan ini, tidak ada kesalahpahaman penilaian jamaah ini. Dari cara ibadah, jamaah ini sama dengan Nahdlatul Ulama. "Tarawih kita 20 rakaat dan Witir 3 seperti NU, semoga perbedaan ini tidak menjadikan salah faham," pungkasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(bdh/bdh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%