Selasa, 26/07/2011 08:19 WIB

Megengan, Harga Pisang Capai Rp 100 Ribu

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Tidak hanya harga sembako yang naik menjelang bulan suci ramadan di Surabaya jawa. Memasuki momen tradisi megengan menyambut bulan suci ramadan, harga buah pisang naik dua kali lipat. Dan untuk pertama kalinya harga buah pisang mencapai harga Rp 100 ribu.

Seperti yang terjadi di pasar tradisional Soponyono, Rungkut, Surabaya. Harga buah pisang menjadi selangit. Menurut Subhan, salah satu pedagang pisang, buah pisang raja misalnya pertandannya kini mencapai Rp 100 ribu. Padahal di hari biasa harga pisang raja ini hanya berkisar Rp 50 ribu.

Tak hanya pisang raja, harga beberapa jenis pisang lain seperti pisang ambon dan pisang susu juga mengalami kenaikan. Pisang ambon yang biasanya dijual Rp 50 ribu pertandan kini naik menjadi Rp 100 ribu, sedangkan pisang susu dari Rp 40 ribu pertandan menjadi Rp 80 ribu pertandannya.

"Pokoknya semua pisang 1 tondonnya itu naik dua kali lipat, mas. Soalnya sudah banyak permintaan. Biasanya dipakai buat pegengan. Tapi kalau sudah memasuki pertengahan bulan ramadhan sudah normal lagi," terang Subhan.

Sementara menurut para pedagang pisang, melejitnya harga pisang ini terjadi sejak satu minggu belakangan ini. Kenaikan ini dikarenakan faktor sulitnya mendapatkan pasokan dari petani pisang yang kebanyakan datang dari daerah Lumajang dan situbondo.

Selain itu pisang juga dipakai untuk selamatan menjelang bulan suci ramadhan yang biasa disebut dalam tradisi jawa megengan. Dengan naiknya harga pisang ini, ternhyata membawa berkah bagi para pedagang pisang. Pasalnya dengan kenaikan ini pedagang mendapat keuntungan sekitar 20% dari hari biasanya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iwd/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%