Rabu, 20/07/2011 15:10 WIB

Puluhan Pasangan Mesum Terjaring Razia di Bawah Jembatan Suramadu

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - 42 Pasangan muda-mudi terjaring razia petugas gabungan. Mereka diamankan di sekitar kaki Jembatan Suramadu dan sepanjang pesisir Pantai Kenjeran. Namun puluhan pasangan yang terjaring tidak diberi sanksi, hanya diberi pembinaan dan membuat surat pernyataan.

Petugas gabungan yang melakukan razia berasal dari Polsek Kenjeran, Satpol PP Kecamatan Kenjeran dan Kecamatan Bulak Banteng. "Selain menjaga lingkungan. Juga menindaklanjuti laporan warga yang resah dengan kegiatan para pemuda," kata Kompol Syukur kepada wartawan, Rabu (20/7/2011).

Usai terjaring, kata Kapolsek Kenjeran, para pasangan dikumpulkan di Polsek Kenjeran untuk didata identitasnya. "Dari data yang terjaring rata-rata berumur belasan dan masih duduk di bangku SMA. Juga ada 3 orang mahasiswa dan sisanya orang dewasa," imbuhnya.

Syukur menambahkan, pihaknya meminta kepada pasangan yang terjaring untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan yang meresahkan lingkungan sekitar.

Dalam razia yang digelar Selasa malam itu, Syukur menjelaskan jika rata-rata pasangan yang terjaring menggunakan sepeda motor. "Bahkan ada pasangan yang sedang asyik bercumbu maupun ada juga yang saat kita tangkap resliting celananya terbuka," pungkasnya.

Selain mengamankan pasangan mesum, petugas juga menjaring 42 kendaraan sepeda motor milik dan 1 mobil Toyota Avanza yang digunakan pasangan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ze/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
85%
Kontra
15%