detikcom
Selasa, 05/07/2011 15:25 WIB

Gudang Vulkanisir Ban Terbakar, Dua Karyawan Terluka

Muhammad Aminudin - detikNews
Halaman 1 dari 2
(detiksurabaya/M Aminuddin)
Malang - Sebuah gudang pembuatan lem untuk memproduksi daur ulang ban bekas di Jalan Simpang, Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang terbakar, Selasa (5/7/2011) siang.

Belum diketahui penyebab dari kebakaran mengakibatkan dua karyawan PT Vulkasindo di bagian gudang itu terluka. Keduanya adalah Faruk (20), warga Dusun Kembang, Desa Purwoasri, kecamatan setempat serta Farlan (45), warga Lawang, Kabupaten Malang.

Kini kedua korban tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat setelah berhasil dievakuasi dari gudang yang tengah dilahap si jago merah.

Menurut keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.15 WIB. Saat itu kedua korban tengah mengolah bahan baku untuk membuat lem di dalam gudang berukuran 4 kali 5 meter persegi itu.

Mendadak terdengar bunyi ledakan keras hingga disertai lontaran sejumlah ban bekas yang sebelumnya berserakan di sekitar lokasi kejadian. Ledakan kembali terjadi beberapa detik kemudian hingga membuat panik seluruh karyawan pabrik. Mereka kemudian berhamburan keluar areal perusahaan untuk menyelamatkan diri.

Petugas PMK serta aparat kepolisian kemudian datang ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan tentang kebakaran tersebut. "Kami tahu di gudang itu ada Faruk dan Farlan, makanya tadi sebisa mungkin menyelamatkan mereka," kata Johan (30), salah satu karyawan kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Api berasal dari dalam gudang kemudian merembet keluar dan membakar ban bekas yang berserakan di luar gudang, dua unit mobil pemadam dari Pemkab Malang berjibaku untuk menjinakkan kobaran api.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%