Senin, 04/07/2011 20:13 WIB

Api Yang Membakar KM Mustika Kencana II Diduga Dari Dek Kapal

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Api yang membakar KMP Mustika Kencana II diduga berasal dari dek kapal. Tapi penyelidikan penyebab munculnya api masih diselidiki.

"Masih diselidiki," kata Humas Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak, Marzuki, saat ditemui wartawan di kantor Syahbandar, Jalan kalimas Baru, Senin (4/7/2011).

Apakah mobil yang diangkut kapal buatan Eropa itu juga terbakar, Marzuki belum mengetahui. Yang pasti semua orang yang ada di kapal milik PT Dharma Lautan Utama itu termasuk 85 penumpang, 33 pengikut dan 23 kru dikabarkan selamat dan kini sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Perak.

Di kapal itu sendiri terdapat 9 motor, 12 mobil, 9 truk sedang dan 25 truk besar. Sementara keluarga para penumpang KMP Mustika Kencana mendatangi kantor penjualan tiket Dharma Lautan Utama di Jalan Perak Timur.

Mereka mencoba menanyakan keadaan keluarganya yang menumpang kapal. Saat diberitahu jika seluruh penumpang dikabarkan selamat, keluarga penumpang terlihat lega meski masih ada rasa khawatir di wajah mereka.

Tidak hanya keluarga penumpang, para pemilik mobil yang menitipkan mobilnya di KMP Mustika Kencana juga mendatangi kantor DLU. Mereka menanyakan nasib mobilnya.

"Saya khawatir dengan mobil saya. Kalau terbakar semoga mendapat asuransi," kata Abdullah tanpa memberi tahu merk dan jenis mobilnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KMP Mustika Kencana II terbakar di 45 mil dari utara Pulau Sapudi, Sumenep atau 6 derajat 22 menit 9 detik selatan/11 derajat 35 menit 9 detik timur. Kapal yang berangkat kemarin dari Pelabuhan Tanjung Perak itu terbakar pukul 06.00 WIB.

Oleh nahkoda, terbakarnya kapal sempat dilaporkan ke Tug Boat Semar IX yang kemudian melakukan evakuasi dibantu TB Bima 306 dan KM Pemudi. PT Dharma Lautan Utama yang dikabari langsung mengirim bantuan 4 kapal yakni KM Kirana I, KM Dharma Kencana, KM Dharma kartika dan KM Dharma Sentosa.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(iwd/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%