Kamis, 16/06/2011 14:01 WIB

Unjuk Rasa Sengketa Lahan Perkebunan dan Warga Libatkan Siswa SD

Hartono - detikNews
Foto: Hartono
Kediri - Merasa lahan garapannya dicaplok Perkebunan PTPN XII Ngrangkah Sepawan, ratusan warga melibatkan murid-murid SD Desa Babadan Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri, menggelar unjuk rasa di balai desa setempat.

Massa berorasi jika lahan miliknya telah dicaplok oleh perkebunan dan berusaha digugat untuk diminta kembali. Warga yang melibatkan anak SD ini menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Para siswa yang masih memakai seragam sekolah sempat menangis atas nasib yang dialami orang tuanya.

"Kembalikan lahan milik orang tua kami, kami masih ingin sekolah dan butuh biaya," teriak semua murid sambil membentangkan bendera merah putih, Kamis (16/6/2011).

Kedatangan pengunjuk rasa ini mendapat pengawalan ketat oleh ratusan polisi Polres Kediri dan jajaran serta petugas TNI.

"Kita hanya mengamankan saja untuk mengantisipasi adanya penyusupan pihak ketiga yang diduga ada kepentingan dan dikhawatirkan membuat kerusuhan," jelas Kepala Bagian Opesasi Polres Kediri Kompol Sugito kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Ratusan pengunjuk rasa yang rencananya akan ditemui oleh petugas BPN dan PN Kabupaten ternyata tidak terbukti. Setelah massa menunggu hingga pukul 10.30 WIB ternyata yang datang hanya petugas PN Kabupaten Kediri yang dipimpin langsung Hakim Basuki Wiyono dan 2 anggotanya.

Sementara hingga siang petugas dari BPN tidak ada yang hadir menunjukkan batang hidungnya. Sebelumnya, sengketa lahan seluas 124 hektar antara warga Desa Babadan Ngancar melawan pihak Perkebunan PTPN XII Ngrangkah Sepawan, hingga kini belum ada kejelasan meski sudah beberapa kali proses sidang.

Pihak PN hari ini baru turun ke lahan objek sengketa untuk melakukan pengecekan batas-batas lahan yang disengketakan.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%