detikcom
Kamis, 09/06/2011 19:15 WIB

5 Bulan, Peminat Bayi Tabung di RS Graha Amerta 50 Orang

ze - detikNews
File: detikhealth
Surabaya - RS Graha Amerta membantu persalinan salah satu peserta program bayi tabung. Sebelumnya, ibu-ibu yang berhasil hamil mengikuti program bayi tabung ini kebanyakan melahirkan di tempat asalnya.

Bayi tabung ini biasanya dilakukan demi memiliki keturunan hampir seluruh pasangan suami-istri. Kelahiran pertama di RS Graha Amerta, Rabu (8/6/2011) ini dilakukan dengan operasi caesar. Pasalnya, ketuban sudah pecah saat bayi masih berusia 36 minggu atau kurang dua minggu dari waktu normal.

Meski begitu bayi berjenis kelamin laki-laki itu dalam kondisi sehat dengan bobot 2,7 kg dan panjang 50 cm. Sementara beberapa bulan terakhir, peminat program bayi tabung semakin banyak meski tingkat keberhasilannya kurang dari 50%.

"Sejak Januari hingga Mei tahun ini, ada sekitar 50 pasangan suami istri yang mengikuti program bayi tabung di tempat kami. Namun hanya 15 orang yang berhasil," kata Kepala Klinik Fertilitas Gedung Rawat Inap Utama (GRIU) Graha Amerta RSUD dr Soetomo, Dr Hendy Hendarto dr SpOG, Kamis (9/6/2011).

Sekarang ini sudah banyak rumah sakit yang menawarkan program bayi tabung untuk pasangan suami-istri yang kesulitan memperoleh keturunan. Menurut Hendy, memang belum ada jaminan program bayi tabung akan berhasil 100%.

Pasalnya, ada berbagai faktor yang melatarbelakangi. Mulai dari kualitas sel telur dan sperma yang dihasilkan hingga faktor usia. Namun tetap ada kemungkinan pasangan suami istri bisa memperoleh keturunan dengan mengikuti program ini.

Hendy menjelaskan, sebagian besar peserta program bayi tabung adalah pasangan yang sudah berusia di atas 35 tahun. Padahal, pada usia tersebut, kualitas sel telur yang dihasilkan perempuan semakin turun. Inilah yang menyebabkan tingkat keberhasilan program bayi tabung pada usia tersebut tidak terlalu besar.

Spesialis kebidanan dan kandungan ini menyarankan pasangan suami istri mengikuti program bayi tabung sebelum ibu berusia 35 tahun. Pasalnya, tingkat keberhasilan bisa lebih besar.

"Biasanya, pasangan suami istri lebih dulu mencari alternatif lain untuk mendapatkan keturunan. Akhirnya, mereka baru datang ke sini ketika kondisinya sudah tidak terlalu maksimal lagi," kata Hendy.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ze/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%