detikcom

Selasa, 24/05/2011 14:59 WIB

Kasus Trafficking di Surabaya Meningkat 50 Persen

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Kasus perdagangan manusia atau trafficking di Surabaya hingga Mei 2011 mencapai 18 kasus atau meningkat 50 persen. Dibanding tahun 2010 kasus itu hanya 9 kasus.

Tahun 2010, kasus trafficking seluruhnya sudah divonis. Sedangkan tahun 2011 dari 18 kasus, 13 diantaranya sudah memasuki tahap jelang vonis.

"Tahun ini baru 5 perkara yang sudah di vonis. Sisanya masih dalam proses dan kemungkinan jumlahnya akan bertambah hingga akir tahun 2011," kata Soedi saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (23/5/2011).

Panitera Muda Pidana Umum Pengadilan Negeri (PN) Surabaya ini menyebutkan kasus trafficking ini didominasi oleh pria dan wanita yang jumlahnya tidak terlalu signifikan.

"Selama 2010 hingga Mei 2011, jumlah pelaku trafficking pria sebanyak 14 terdakwa. Sedangkan wanita sebanyak 13 terdakwa," ungkap Soedi.

Dia menegaskan akan segera menyelesaikan kasus tersebut agar para korban maupun keluarga korban merasa lega. "Meski dipastikan akan terus bertambah, kita akan tetap profesional dan mengusahakan secepatnya agar para terdakwa kasus trafficking bisa segera divonis," pungkasnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ze/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%