Jumat, 20/05/2011 15:41 WIB

Dicalonkan Ketua PD Jatim, Pakde Karwo Pasrahkan ke Anas

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Soekarwo akhirnya buka suara terkait kabar pencalonannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Jawa Timur pada Musyawarah Daerah (Musda) Jatim.

Pria yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur ini mengaku majunya dirinya menunggu restu dari Ketua Umum Anas Urbaningrum.

"Jadi nggaknya saya belum tahu, kan masih menunggu Mas Anas (Ketum PD)," kata Soekarwo, Jumat (20/5/2011).

Ketua Majeli Pertimbangan Wilayah (MPW) PD Jatim ini mengaku telah mendapat dukungan dari DPC diantaranya DPC Madiun. Bahkan, Soekarwo sudah bertemu dengan DPC PD Kota Madiun untuk menjelaskan rencana pencalonannya.

"Memang sudah ketemu. Saya katakan bahwa Pak Ketum Mas Anas yang akan menyampaikan. Saya katakan, sejak dulu kala saya diperintahkan ketua dewan pembina dan ketua umum saya tidak ada bahasa tidak," tuturnya.

Saat ditanya tentang kepastiannya maju sebagai calon Ketua DPD PD Jatim sudah mendapatkan lampu hijau dari petinggi PD, Soekarwo tetap mengelaknya tidak tahu.

"Nanti Pak Anas yang akan menyampaikannya seperti apa, saya juga tidak
tahu. Sampeyan kiro-kiro dewe lah (anda prediksi sendiri lah. Kalau lampu hijau tapi nggak distater ya nggak budal," tuturnya.

Soekarwo menegaskan, meskipun dirinya akan dicalonkan sebagai Ketua DPD PD Jatim, tidak akan mempengaruhi komunikasi politik dengan tokoh-tokoh parpol seperti Sirmadji dari PDIP, Martono dari Partai Golkar.

"Ini kan seangkatan saya semua pimpinan parpol. Saya pikir sekarang saya punya hubungan bagus. Kalau seseorang pernah menjabat sebagai kepala sekolah, apa hubungan karo guru karo koncone bedo (hubungan dengan guru dengan temannya berbeda)," jelasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(roi/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%