detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 08/05/2011 19:12 WIB

Insiden Pembubaran Falun Gong

Penyelidikan Pengeroyokan Oknum Polisi ke Wartawan Diserahkan Polda Jatim video

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Penyelidikan kasus pengeroyokan yang dilakukan oknum polisi terhadap wartawan yang meliput pembubaran Falun Gong di Jalan Sedap Malam, awalnya dilakukan Polrestabes Surabaya.

Namun, untuk menjaga netralitas, penyelidikan tersebut diserahkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jatim.

"Untuk penyelidikan lebih lanjut, kita serahkan ke Polda Jatim biar pemeriksaannya netral," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung kepada wartawan di ruang eksekutif mapolrestabes, Jalan Sikatan, Minggu (8/5/2011).

Penyerahan penyelidikan kasus pemukulan yang dialami wartawan ke Polda Jatim dibenarkan Kabid Humas Kombes Pol Rahmat Mulyana.

"Sesuai petunjuk pimpinan, penyelidikan kasus ini ditarik ke Polda Jatim," kata Kombes Pol Rahmat Mulyana yang juga ikut pertemuan dengan wartawan di ruang eksekutif Mapolrestabes Surabaya.

Menurutnya, kasus pemukulan terhadap wartawan ini sudah terdengar hingga ke Mabes Polri. Upaya yang dilakukan Kapolda Jatim Irjen Pol Untung S Radjab, diantaranya memanggil Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung untuk dimintai keterangan.

"Kita berjanji melakukan penyelidikan yang terbuka dan tuntas sesuai undang-undang dan aturan yang berlaku. Penyelidikan kasus ini akan dilakukan secara profesional, proporsional dan tidak akan ditutup-tutupi," tuturnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(roi/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%