Detik.com News
Detik.com
Minggu, 08/05/2011 19:12 WIB

Insiden Pembubaran Falun Gong

Penyelidikan Pengeroyokan Oknum Polisi ke Wartawan Diserahkan Polda Jatim video

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 2
Penyelidikan Pengeroyokan Oknum Polisi ke Wartawan Diserahkan Polda Jatim
Surabaya - Penyelidikan kasus pengeroyokan yang dilakukan oknum polisi terhadap wartawan yang meliput pembubaran Falun Gong di Jalan Sedap Malam, awalnya dilakukan Polrestabes Surabaya.

Namun, untuk menjaga netralitas, penyelidikan tersebut diserahkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jatim.

"Untuk penyelidikan lebih lanjut, kita serahkan ke Polda Jatim biar pemeriksaannya netral," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung kepada wartawan di ruang eksekutif mapolrestabes, Jalan Sikatan, Minggu (8/5/2011).

Penyerahan penyelidikan kasus pemukulan yang dialami wartawan ke Polda Jatim dibenarkan Kabid Humas Kombes Pol Rahmat Mulyana.

"Sesuai petunjuk pimpinan, penyelidikan kasus ini ditarik ke Polda Jatim," kata Kombes Pol Rahmat Mulyana yang juga ikut pertemuan dengan wartawan di ruang eksekutif Mapolrestabes Surabaya.

Menurutnya, kasus pemukulan terhadap wartawan ini sudah terdengar hingga ke Mabes Polri. Upaya yang dilakukan Kapolda Jatim Irjen Pol Untung S Radjab, diantaranya memanggil Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung untuk dimintai keterangan.

"Kita berjanji melakukan penyelidikan yang terbuka dan tuntas sesuai undang-undang dan aturan yang berlaku. Penyelidikan kasus ini akan dilakukan secara profesional, proporsional dan tidak akan ditutup-tutupi," tuturnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%