Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 07/05/2011 12:10 WIB

Krisis Keuangan, Arema Tetap Berangkat ke Korea

Muhammad Aminudin - detikNews
Krisis Keuangan, Arema Tetap Berangkat ke Korea
Malang - Meski tengah dirundung krisis keuangan, Arema Indonesia memastikan berangkat menuju Republik Korea hari ini untuk melakoni laga lanjutan Liga Champion Asia (LCA) melawan Jeonbuk Hyundai Motors.

"Tim tetap berangkat hari ini. Semua persiapan sudah beres," ujar Ketua Harian Arema Indonesia Abriadi Muhara menghubungi detikSport melalui telepon genggamnya, Sabtu (7/5/2011), pagi.

Dia mengaku, untuk biaya keberangkatan tim, dirinya harus merogoh kocek sendiri. Soalnya, dana pembinaan dari Asia Football Club (AFC) kepada tim yang berlaga di LCA, sebesar US$ 30 ribu, belum juga turun.

"Dana AFC belum cair, makanya pakai uang sendiri," tuturnya.

Keberangkatan Arema ini, lanjut dia, demi citra persepakbolaan tanah air di ajang internasional. Semua klub harus komitmen mengarungi laga yang dijadwalkan.

Apabila kendala keuangan, Arema memutuskan tak berangkat, justru sanksi berat bisa dijatuhkan leh AFC. Selain itu citra buruk akan menempel kepada klub juara Indonesia itu.

Ditanya berapa anggaran dana untuk keberangkatan ke Korea, Abriadi sedikit merinci. Tiket pesawat untuk satu orang saja Rp 9,5 juta.

"Kita bawa 18 pemain bersama ofisial tim. Bisa ditotal sendiri lah berapa uang yang dikeluarkan," bebernya.

Abriadi juga berharap timnya bisa mencuri poin dalam laga terakhir Grup G tersebut, meskipun peluang maju ke babak 16 besar sudah tiada. Dari lima pertandingan sebelumnya, Singo Edan cuma meraih satu poin.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%