Sabtu, 07/05/2011 11:46 WIB

Gambar Larangan Merokok Malah Memicu Orang Ingin Merokok

Vera Farah Bararah - detikNews
Surabaya - Beberapa tempat atau ruangan kadang ditempelkan tanda larangan merokok berupa gambar rokok dicoret. Tapi studi menunjukkan bahwa tanda larangan tersebut justru memicu orang untuk ingin merokok.

Studi psikologis menemukan bahwa tanda larangan merokok akan membuat seseorang lebih sulit untuk melawan rasa ingin merokok. Tanda ini memiliki efek yang ironis pada perokok karena bisa meningkatkan keinginanannya atau membuatnya berpikir untuk merokok.

"Anda akan mendapatkan efek yang ironis. Sama seperti halnya ketika saya katakan 'Tidak memikirkan gajah merah muda' maka seseorang akan memikirkan gajah berwarna merah muda," ujar peneliti Brian Earp dari Oxford University, seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (7/5/2011).

Kondisi ini tentu saja membuat seseorang lebih sulit untuk menahan dirinya agar tidak merokok, sehingga tanda seperti ini justru memicu orang untuk merokok dan bukan menghindarinya.

Earp menuturkan banyak pesan-pesan kesehatan untuk masyarakat dibingkai dalam cara yang negatif, seperti dilarang mengonsumsi obat tertentu, jangan minum sambil mengemudi atau larangan merokok dengan menunjukkan gambar dari barang tersebut.

Dalam studi psikologi ini digunakan teknik yang menilai kecenderungan naluriah untuk menginginkan atau menghindari rangsangan tertentu dengan menunjukkan sejumlah gambar. Dari studi ini diketahui bahwa keinginan merokok akan lebih tinggi terjadi jika gambar larangan yang ada berhubungan dengan merokok seperti asbak dan rokok.

"Kami berpikir larangan ini memiliki dampak yang signifikan dalam implikasinya di kehidupan nyata," ungkap Earp yang mempresentasikan hasil studi ini pada pertemuan tahunan British Psychological Society di Glasgow.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui pesan seperti apa yang sebaiknya diberikan pada larangan merokok atau pesan kesehatan lainnya, sehingga pesan kesehatan yang dimaksud bisa tercapai dan bukan memberikan dampak negatif.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ver/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%