Detik.com News
Detik.com

Senin, 18/04/2011 14:29 WIB

Korban Tewas Tanah Longsor di Malang Menjadi 10 Orang

Muhammad Aminudin - detikNews
Malang - Korban tewas tanah longsor di Dusun Sedawun, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang bertambah 1 orang. Jika sebelumnya jumlah pencari kayu bakar untuk acara hajatan yang tewas 9, kini bertambah menjadi 10 orang.

Korban ke-10 ini bernama Chandra (19). Dia meninggal Minggu (17/4/2011) pukul 23.00 WIB saat mendapat perawatan di RSSA Malang. Jenazahnya kini sudah dimakamkan di TPU desa setempat pagi tadi.

"Kondisinya kritis. Dia gegar otak, patah di kedua kakinya, dan dadanya luka," kata salah seorang dokter Rumah Sakait Saiful Anwar, kepada wartawan, Senin (18/4/2011), sambil meminta agar namanya ditidak disebutkan.

Saat ini menurut dokter tersebut, masih terdapat 5 korban yang dirawat di RSSA. Namun dia tidak menyebutkan seberapa parah kelima orang yang masih menjalani perawatan itu.

Kelima orang yang saat ini masih dirawat yakni, Raun (53), Ponari (36), Agung Satrio (15), Lukman (11), dan Suwono (55). Khusus Lukman tim dokter telah melakukan operasi pada bagian pelipis kiri.

Ponari salah satu korban luka berat kini dirawat di RSSA Malang, mengaku, sebelum peristiwa terjadi dirinya bersama rekan-rekannya hendak mencari kayu bakar persis di bawah tebing tersebut.

"Tiba-tiba tebing itu runtuh, saya mencoba berlari" kata Ponari, yang mengalami luka berat di bagian kaki kiri ini. Dia berharap, lukanya segera pulih, hingga bisa kembali ke rumah.

Seperti diberitakan sebelumnya, 26 warga Dusun Sedawun, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, menjadi korban tanah lonsor saat bergotong royong mencari kayu bakar untuk membantu hajatan tetangga mereka.

Akibat kejadian tersebut, 9 orang tewas di lokasi kejadian. Sedangkan 8 orang lainnya mengalami luka-luka.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%