detikcom
Rabu, 13/04/2011 15:08 WIB

Di Kediri, Pohon Mindi dan Pepaya Mulai Digerogoti Ribuan Ulat Bulu

Samsul Hadi - detikNews
(detiksurabaya/Samsul Hadi)
Kediri - Serangan ulat bulu di Jawa Timur kian meluas dan yang terbaru terjadi di Kabupaten Kediri, tepatnya Desa Blaru, Kecamatan Badas. Sebanyak 12 pohon mindi yang ada di pekarangan warga, ditempeli dan menjadi tempat perkembangbiakan ribuan ulat bulu.

Kemunculan ulat bulu tersebut diakui warga mulai terjadi pada Selasa (12/4/2011) siang kemarin. Hingga hari ini jumlahnya kian bertambah, bahkan sudah merambah ke jenis pepohonan lainnya, yaitu nangka dan pepaya.

"Seumur-umur baru sekali ini ada ulat kok sebanyak ini. Apalagi ini ada juga di pohon pepaya," kata Sugeng, salah satu warga yang di pekerangannya ditemukan ulat bulu, Rabu (13/4/2011).

Pantauan detiksurabaya.com di lokasi menunjukkan, ulat bulu tersebut menempel secara gergerombol dengan jumlah mencapai ratusan per kelompok. Ulat bulu ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan temuan di Probolinggo, Jombang dan Pasuruan, yaitu berwarna coklat kehitaman, memiliki bulu di bagian punggung serta bersungut di bagian mulut.

"Kalau di sini ulat semacam ini disebut ulat teplok. Kalau kena ke tubuh gatelnya setengah mati. Tapi Alhamdulillah sejauh ini belum sampai masuk ke rumah, hanya menyerang pepohonan saja," lanjut Sugeng.

Sementara Ketua RT di lingkungan setempat, Rokhim, mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa setempat. Laporan yang sama juga sudah disampaikan ke kecamatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Kediri. Namun sayang, meski sudah dilakukan peninjauan di lokasi, belum ada solusi tepat untuk mengusir keberadaan ulat yang meresahkan tersebut.

"Katanya sambil menunggu obat, warga diminta membakar pakai methanol (minyak tanah). Dari saran itu warga sudah membakarnya beramai-ramai," ujar Rokhim.

Rokhim dan warga di Desa Blaru lain berharap pemerintah daerah setempat bisa segera mengambil tindakan, mengatasi kemunculan ulat bulu secara mendadak tersebut. Kejadian yang dianggap tak lazim tersebut diakui sangat mengganggu aktifitas masyarakat, terutama anak-anak yang tak bisa leluasa bermain di pekarangan.

"Itu cucu saya keluar saya suruh pakai kaos kaki dari plastik. Jaga-jaga, nanti jangan-jangan gak sengaja malah menginjak ulat kan bahaya," ungkap Ngatmijah, warga lain yang di pekarangannya juga ditemukan ulat bulu.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%