detikcom
Jumat, 01/04/2011 12:37 WIB

Cacat Fisik Tak Halangi Dewi Bantu Orangtua Memecah Batu Kali

Ardi Yanuar - detikNews
dok.detiksurabaya
Pamekasan - Dewi Sudarmi (6)tak hanya dikenal sebagai anak yang pandai. Putri ketiga pasangan Ali Maki dan Masihah yang mengalami cacat fisik sejak dari lahir dikenal sebagai anak rajin. Bahkan tak segan, ia membantu orangtuanya memecah batu kali.

Siswi kelas 1 SDN Kertagenah Laok 3 yang tinggal di Dusun Gunung Malang Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, itu memamg tak pernah merasa minder meski kaki kanannya buntung dari pangkal paha dan kaki kirinya buntung dari pangkal lutut. Cacat juga menimpa kedua telapak tangannya yang jemarinya tumbuh tak sempurna.

"Selama ini, Dewi tak pernah merepotkan saya dan bapaknya," ujar Masihah, Jumat (1/4/2011).

Sebenarnya orangtuanya telah melarang Dewi membantu memecah batu untuk dijual. Namun, Dewi justru ngambek dan tetap meminta agar diizinkan membantu. Terpaksa Masihah membiarkan Dewi membantu memecah batu. Meski kidal, Dewi cukup cekatan memecah batu dengan palu besi kecil.

"Dalam sepekan, saya dan Dewi bisa menghasilkan batu untuk keperluan ngecor seharga Rp 80 ribu. Cukuplah untuk menopang hidup sehari-hari," kata Masihah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dewi yang cacat fisik itu tak pernah mengeluh ataupun mengiba. Ia tetap berusaha melakukan aktivitas sehari-harinya, termasuk mandi hingga mengaji di musholla. Hanya saja, Dewi digendong ketika berangkat maupun pulang dari sekolah.

Namun Dewi sempat putus asa dengan meminta kakinya disambung dengan kaki sapi. Keinginan Dewi memiliki kaki palsu terkendala dengan kondisi ekonomi orangtuanya.

Pembaca yang ingin membantu Dewi Sudarmi bisa menyalurkannya melalui Detik Surabaya Community. Bantuan pembaca hingga Jumat (1/4/2011), Pukul 12.00 Wi telah terkumpul sementara Rp 2,602,264.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gik/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%