detikcom
Senin, 21/03/2011 13:05 WIB

Kecewa SBY-Boediono, Mahasiswa Untag Bakar Bendera Partai Demokrat

Lutfi Kusprabudi - detikNews
Foto: Lutfi Kusprabudi
Surabaya - Unjuk rasa mahasiswa di depan Kampus Universitas 17 Agustus Surabaya dibubarkan polisi, Senin (21/3/2011).

Dalam aksi yang menuntut SBY dan Boediono mundur itu, aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Untag Surabaya Pro Rakyat (KAMUS PR) juga membakar bendera Partai Demokrat.

Aksi yang berlangsung di Jalan Semolowaru itu juga diwarnai pembakaran ban di jalan. Polisi sempat melarangnya, bahkan sempat terjadi aksi dorong antara mahasiswa dengan polisi karena mahasiswa menolak untuk dibubarkan. Mereka juga meneriakkan yel-yel agar SBY-Boediono

Korlap aksi, Aris, mengatakan sebenarnya aksi yang mereka lakukan adalah aksi damai menuntut agar pemerintahan SBY-Boediono bisa berjalan demokratis yang bisa membawa kepada kesejahteraan ekonomi dan penegakan hukum.

"Keterbukaan pemerintah dan penyelesaian persoalan mendasar di negeri ini hanya dijadikan acara seremonial tiap lima tahun sekali dan dijadikan alat untuk melanggengkan kekuasaan para elit politik,” kata Aris.

Polisi membubarkan aksi itu karena memacetkan lalu lintas dan tidak adanya pemberitahuan sebelumnya.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(gik/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%