detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 04:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 19/03/2011 12:34 WIB

Antisipasi Kendaraan Bodong, Dispenda Jatim Dirikan Samsat di Kepulauan

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan kantor pelayanan Samsat hingga ke wilayah kepulauan. Hingga tahun 2011 ini, Dispenda sudah mendirikan samsat di daerah kepulauan seperti di Pulau Bawean Kabupaten Gresik dan Pulau Kangean Kabupaten Sumenep.

Kadispenda Jatim, Anak Agung Gede Raka Wija mengatakan, pembentukan Samsat di wilayah kepulauan, untuk memudahkan masyarakat di kepulauan dalam membayar pajak.

"Sekarang ini tidak ada kesan masyarakat di kepulauan bahwa membayar pajak itu mahal. Mahalnya karena ongkos perjalanan ke daratan. Dengan pelayanan pendirian samsat di kepulauan, memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat yang ada di kepulauan," kata Anak Agung Gede Raka Wija, Sabtu (19/3/2011).

Dari informasi yang dihimpun, banyak kendaraan di wilayah kepulauan yang dianggap bodong atau tidak memiliki surat-surat kendaraan. Kendaraan bodong itu disebabkan diantaranya masyarakat malas mengurus surat-surat kendaraannya.

"Karena kendaraannya tidak pernah diurus surat-suratnya, sehingga kendaraannya tidak memiliki surat-surat dan dianggap bodong," jelasnya.

Hingga tahun 2011 ini, sudah ada Samsat Kepulauan yakni Samsat Bawean yang berdiri pada tahun 2008 dan Samsat Kangean yang baru didirkan pada Januari 2011 lalu. Samsat di kepulauan juga membuahkan hasil seperti di Pulau Bawean. Dari sekitar 10.000 objek pajak kendaraan, 97 persen wajib pajak membayar pajaknya. Sedangkan yang 3 persen belum terbayarkan, karena ditinggal pemiliknya pergi ke luar neger bekerja sebagai TKI.

"Tapi kalau lebaran Idul Fitri, biasanya mereka pulang kampung dan juga akan membayar pajak kendaraannya," tuturnya.Next

Halaman 1 2

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bdh/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close